281 Warga Takalar Dinyatakan Sembuh dari Corona

Tim Gugus Covid Takalar memeriksa pasien positif corona di Lassang, Polongbangkeng Utara, Takalar, beberapa waktu lalu. (Ist)
Tim Gugus Covid Takalar memeriksa pasien positif corona di Lassang, Polongbangkeng Utara, Takalar, beberapa waktu lalu. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, TAKALAR– Pemkab Takalar terbilang sukses memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid 19. Hal itu terbukti dengan tingkat kesembuhan pasien yang terpapar penyakit mematikan itu sangat tinggi.

Dari data terakhir pekan ini, warga Takalar yang sempat terinfeksi Covid 19 sekitar 287 orang. 281 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Bacaan Lainnya

“Dari data tertanggal 25 September 2020, sebanyak 281 warga Takalar yang pernah terpapar Corona sejak April itu dinyatakan telah sembuh, secara umum persentase kesembuhan pasien Covid 19 kita sekitar 97,7 persen, ini angka yang menggembirakan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Takalar dr Rahmawati kepada wartawan, Sabtu 26 September 2020.         

Rahma mengatakan, warga yang sembuh dari Covid 19 itu setelah dirawat intensif di rumah sakit. Namun, tidak sedikit warga juga yang sembuh usai menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Isolasi mandiri diperuntukkan bagi pasien yang terpapar corona, tetapi tidak menunjukkan gejala sakit.  

“Sejak awal kita memang kita ketat, bagi warga Takalar yang tertular corona itu kita pasti jemput, bagi yang sakit kita rawat di rumah sakit dan bagi yang tak bergelaja atau OTG maka kita bawa ke sejumlah hotel di Makassar untuk isolasi mandiri lewat program wisata Covid atau isolasi mandiri di rumahnya dengan pengawasan,” ungkap mantan Direktur RSUD Padjonga Daeng Ngalle itu.   

Sejak virus Corona menyerang Takalar April lalu, tercatat dua warga dinyatakan meninggal karena virus asal Wuhan, China itu. Namun mereka yang meninggal itu memiliki penyakit bawaan di samping terpapar Covid 19.    

“Selama enam bulan terakhir, ada dua warga kita yang meninggal dunia karena corona, tetapi dengan penyakit bawaan atau koormobid,” terang Rahma.

Untuk saat ini, Rahma mengatakan, tidak ada lagi warga Takalar yang dirawat di RS, baik di Makassar atau Takalar karena Covid 19. Hanya saja, masih ada empat warga Takalar yang menjalani isolasi mandiri karena dinyatakan tertular, tetapi tidak menunjukkan gejala sakit.

“Tinggal empat orang warga Takalar yang menjalani isolasi mandiri, kalau pasien Covid 19 yang dirawat di rumah sakit itu, alhamdulillah saat ini sudah tidak ada,” kata dia.   

Dengan angka itu, Takalar sejak Agustus lalu telah ditetapkan sebagai zona kuning. Padahal, Takalar sangat dekat dengan Kota Makassar yang masih berada di pusaran zona merah.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait