Birokrat Ini Berpeluang Jadi “Kuda Hitam” di Pilkada Luwu Utara

  • Whatsapp

MANIFESTO.com, MASAMBA- Mantan Sekda Luwu Utara Abdul Mahfud dinilai layak bertarung di Pilkada Luwu Utara 2020 mendatang.

Bermodalkan pengalaman panjang sebagai Pegawai Negeri Sipil, Mahfud layak ambil bagian dalam kontestasi lima rahunan itu. Apalagi, pria kelahiran 23 Februari 1956 itu memiliki pengalaman memegang jabatan dari kepala seksi hingga sekretaris daerah yang notabene jabatan tertinggi di dunia PNS.

Bacaan Lainnya

Bukan hanya itu, separuh usia pengabdiannya dilalui di Pemkab Luwu Utara. Wajar saja, popularitas Mahfud cukup tinggi, apalagi di dunia birokrasi.

“Beliau sangat layak bertarung dan figur seperti beliau sangat patut kita dorong karena memang mengerti dunia pemerintahan,” kata pengamat politik Universitas Indonesia Timur Azhar Al Jurida kepada Manifesto, Selasa 2 Juli 2019.

Azhar mengatakan, kapasitas dan kompetensi selalu berbanding lurus dengan pengalaman dan jam terbang seseorang. Fenomena ini berlaku di banyak hal, termasuk dalam pemerintahan.

“Pemimpin daerah yang berasal dari kalangan birokrat, di banyak tempat, sukses menjalankan tugas dan peranannya sebagai leader. Apalah lagi jika sosok tersebut memulai karir birokrasinya dari level bawah,” ungkap Azhar.

Dengan pemahaman akan tugas pokok dan fungsi ASN di berbagai tingkatan, Azhar mengaku, akan menjadi pondasi yang kuat untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

“Keterampilan menguasai relasi antar stakeholder, termasuk dengan legislatif juga menjadi nilai tambah bagi para pemimpin daerah dengan basic birokrasi,” kata Azhar.

Jika bertarung, Azhar mengaku, Mahfud akan menjadi “kuda hitam” yang bakal mengancam kandidat yang sebelumnya muncul. “Pak Mahfud bisa nenjadi kuda hitam bagi kandidat lain, posisinya tak boleh dipandang sebelah mata,” kata Azhar.

Sekadar diketahui, Mahfud pernah menjabat posisi seperti kepala seksi, kepala bidang, sekretaris dinas, kepala dinas dan pelaksana tugas bupati pernah dilakoninya. Tugas-tugas tersebut diembannya dengan baik hingga purna bakti pada tahun 2019 ini.

Perjalanan karir birokrasi seorang Abdul Mahfud diawali ketika dirinya menjadi KA UPP SCDP di Tinambung, Sulawesi Barat (Saat itu Sulawesi Selatan), pada tahun 1988. Tahun 1995, pria kelahiran Katulungan, Kabupaten Luwu Utara ini dipercaya menduduki jabatan Kasubag Tata Usaha di Dinas Perkebunan Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

Pada tahun 2000, Abdul Mahfud yang merupakan penerima Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI “pulang kampung” ke Luwu Utara sebagai Kepala Seksi Program Dishutbun Kabupaten Luwu Utara. Praktis selama 19 tahun, Alumni Magister Manajemen UPB Surabaya ini mengabdi di kampung halaman pada sejumlah jabatan. Rentang waktu yang cukup panjang untuk mengenal luar dalam Kabupaten Luwu Utara.

Pengalaman panjang di birokrasi itu pulalah yang menjadikan seorang Abdul Mahfud, begitu dekat dengan seluruh ASN, organisasi kemasyarakatan dan warga Luwu Utara secara umum. Tidak salah jika banyak yang menggadang-gadang pria yang pernah mengecam pendidikan di kampus Universitas Hasanuddin tersebut sebagai kandidat yang kuat untuk memimpin Luwu Utara.

Terkait dorongan bertarung di Pilkada Luwu Utara, Mahfud menyerahkan kepada rakyat untuk menentukan sikap. Namun, jika diberikan kesempatan, Mahfud berjanji tak akan mengecewakan masyarakat Luwu Utara.

“Kalau rakyat menghendaki, tidak ada yang tidak mungkin,” ucapnya pada sebuah kesempatan ketika dikonfirmasi terkait peluang dirinya maju sebagai kandidat pada Pilkada 2020 di Luwu Utara.

Namun dirinya mengaku harus memperhitungkan kalkulasi politik jelang pemilihan nanti.
Kematangan seorang Abdul Mahfud di bidang pemerintahan, oleh banyak kalangan dinilai sebagai nilai plus, selain kedekatan dan kemampuan dirinya membangun hubungan baik dengan berbagai pihak.

Di luar itu, dirinya cukup bijak menyikapi segala kemungkinan untuk bertarung sebagai kontestan. “Niat kita kan mengabdi kepada masyarakat, segala hal saya serahkan kepada takdir,” tutur Mahfud ketika berbincang dengan sejumlah elemen di Kabupaten Luwu Utara.

Editor: Azhar

  • Whatsapp