Demo Pencopotan Kades Diduga “Ditunggangi” Legislator Takalar

  • Whatsapp

MANIFESTO.com, TAKALAR- Sejumlah warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Desa (AMPD) melakukan unjuk rasa di Kantor Inspektorat dan Rujab Bupati Takalar, Jumat 2 Agustus 2019.

Mereka menolak pencopotan kepala desa Sawakong kecamatan Galsel dan kepala desa Bontosunggu kecamatan Galut. Mereka menilai pencopotan itu tendensius dan tak beralasan.

Bacaan Lainnya

Sayangnya, mantan kepala desa  Sawakung yang dicopot, Azis Tawang menyesalkan aksi itu. Ia menegaskan, pihaknya tak pernah memerintahkan warganya untuk demo menuntut pengembalian jabatannya.

“Pencopotan sebagai kades saya terima, mungkin ada pertimbangan lain dari pak Bupati sehingga kebijakan itu dikeluarkan, ketika ada warga yang demo itu bukan atas perintah saya,” kata Azis Tawang kepada wartawan.

Tawang menduga, aksi itu ditunggangi oleh oknum untuk kepentingan yang lain. Apalagi saat ini kata dia, banyak orang yang secara sengaja ingin merusak citra Bupati Takalar yang saat ini fokus merealisaaikan janji politiknya saat kampaye dua tahun lalu.

“Mungkin ada yang punya kepentingan lain dalam demo itu, apalagi sampai demo di Rujab, untuk apa? Pun kalau mau demo di Kantor Bupati saja,” ujar Tawang menyesalkan.

Terkait jabatannya, Tawang menyerahkan sepenuhnya kepada Bupati Takalar. Jika masih dianggap layak dikembalikan, tetapi jika tidak Tawang akan menerima dengan penuh tanggung jawab.

“Kalau pengembalian jabatan, itu kewenangan pak Bupati,” kata Tawang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan jika aksi yang berlangsung sebelum salat Jumat itu diduga “ditunggangi” oleh sejumlah legislator Takalar yang masa jabatannya akan berakhir bulan ini.

Editor: Azhar

 

  • Whatsapp