Lima Penambang Emas Asal Sulsel Tewas Tertimbun di Bulungan Kaltara

  • Whatsapp
Penambang emas ilegal di Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). (Ilustrasi Int)
Penambang emas ilegal di Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). (Ilustrasi Int)

MANIFESTO, JAKARTA– Sebanyak lima orang penambang emas asal Sulawesi Selatan ditemukan tewas tertimbun longsoran tanah di tambang ilegal blok Nipah-Nipah, Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Bulungan, Kalimantan Utara.

“Tiga korban ditemukan pada Senin malam (19 Oktober 2020) kemudian dibawa ke Puskesmas Sekatak, kondisi meninggal dunia akibat longsoran tanah di dalam lobang di lokasi Nipah-Nipah Desa Sekatak,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Utara AKBP Budi Rachmat melalui pesan singkat yang diterima di Tarakan, seperti dilansir Detik.com, Selasa 20 Oktober 2020.

Bacaan Lainnya

Adapun tiga korban yang dibawa ke Puskesmas Sekatak yakni Arfa (23) warga Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Lalu, Ichsan (20) warga Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan dan Muhamad Fuad (25) warga Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Kemudian pada hari Selasa 20 Oktober 2020 sekitar pukul 01.00 Wita juga telah dievakuasi dari dalam lobang tambang dua orang korban tewas dan langsung dibawa ke Puskesmas Sekatak. Keduanya yakni Yusuf Acco (26) warga Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara dan Suryadi (20) warga Kabupaten Luwu Utara, Sulsel.

Kelima orang korban telah divisum di Puskesmas Sekatak. Pihak keluarga akan memulangkan jenazah ke kampung halaman masing-masing di Sulawesi Selatan. “Evakuasi korban dari dalam lobang berjalan aman,” kata Budi.

Editor: Azhar