Oknum Dosen UIN Alauddin Minta Bunga Seharga Rp800.000 untuk Konsultasi Skripsi Mahasiswa

  • Whatsapp

MANIFESTO, MAKASSAR — Dunia pendidikan kembali tercoreng. Kali ini terjadi di Kampus UIN Alauddin Makassar, dimana ada oknum dosen yang memalak mahasiswa untuk membawakan tanaman hias berharga mahal untuk konsultasi skripsi. Sejauh ini, teridentifikasi sudah ada tiga mahasiswa yang menjadi korban yang diminta bunga dengan harga mulai Rp400.000 hingga Rp800.000.

Kerabat salah satu mahasiswa korban pemalakan, Muhammad Aldi, menyebut tanaman hias itu disinyalir menjadi syarat untuk melakukan konsultasi skripsi dalam rangka penyelesaian masa studi mahasiswa. Keponakannya berinisial W dipersulit oleh oknum dosen itu sejak akhir 2019 sampai sekarang.

Bacaan Lainnya

Ironisnya, pelaku berstatus pejabat yakni Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar berinisial GNH. Disayangkannya pula tindakan pelaku yang tidak mencerminkan sebagai pendidik. Bahkan, ketika permintaannya sudah dipenuhi, tetapi masih tetap mempersulit mahasiswa.

Aldi mengatakan pihaknya mengidentifikasi setidaknya ada tiga mahasiswa korban pemalakan oknum dosen tersebut. Mereka semua diminta membawa tanaman hias beragam jenis dengan harga yang bervariasi bila ingin melakukan konsultasi skripsi.

“Keponakan saya diminta membawa bunga keladi dan kuping gajah dengan harga Rp400.000. Sedangkan, temannya diminta membawa bunga aglonema dua jenis yang harganya seharga Rp800.000,” beber dia, Senin (1/2).

Menurut Aldi, persoalan itu sudah pernah dilaporkan ke Rektor UIN Alauddin Makassar melalui perantara kerabatnya. Namun, sampai kini belum ada langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Diharapkan pihaknya agar pimpinan kampus bertindak tegas sehingga persoalan demikian tidak lagi terjadi pada mahasiswa lain.

“Ini tindakan nirakhlak dan ironisnya terjadi di kampus Islami. Semoga dengan dibukanya persoalan ini dapat menjadi momentum agar pihak kampus berbenah. Jangan lagi dipersulit mahasiswa dengan permintaan demikian, bayangkan kalau orang tua mahasiswa itu berasal dari kalangan kurang mampu, kan kasihan,” ujarnya.

Khusus untuk keponakannya, Aldi mengatakan saat ini sedang memproses pergantian pembimbing. GNH selalu pembimbing dua dinilai terlalu menyulitkan mahasiswa. Ia diduga memalak tanaman hias tapi tetap mempersulit skripsi mahasiswa dan bertindak melampaui pembimbing satu.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar, Syatirah Jalaluddin, memilih irit bicara soal laporan adanya oknum dosen, bahkan berstatus pejabat kampus yang memalak mahasiswa untuk konsultasi skripsi. Meski demikian, dirinya tidak membantah kebenaran dugaan pemalakan oknum dosen kepada mahasiswa.

“Saya baru tahu soal ini kemarin pak, sementara saya investigasi dulu. Belum ada komentar apa-apa yang bisa saya sampaikan. Terima kasih atas infonya pak,” tukasnya.