10 Calon Potensial Pilwali, Cuma Appi dan Rahman Pina Caleg Terpilih, Berani Mundur dari DPRD

Munafri Arifuddin dan Rahman Pina, dua caleg terpilih Golkar di DPRD Sulsel yang siap bertarung di Pilwali Makassar 2024. (Ist)
Munafri Arifuddin dan Rahman Pina, dua caleg terpilih Golkar di DPRD Sulsel yang siap bertarung di Pilwali Makassar 2024. (Ist)

MANIFESTO, MAKASSAR– PKS baru saja merilis hasil survey internal kandidat walikota yang dinyatakan layak bertarung di Pilwali Makassar. Hasilnya 10 kandidat dinyatakan potensial didorong maju di kontestasi lima tahunan itu.

Siapa mereka?

Bacaan Lainnya

Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin menempati posisi teratas dengan tingkat elektabilitas 36,5 persen. Di urutan kedua ada Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail, disusul jagoan Partai NasDem Rusdin Abdullah.

Selanjutnya, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo, anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham, mantan Kadis Perikanan Kota Makassar Rahman Bando, dan Ketua Fraksi Golkar Sulsel Rahman Pina.

Selanjutnya anggota DPRD Sulsel Sri Rahmi, Ahmad Susanto, dan Andi Seto Asapa di urutan kesepuluh.

Tiga kandidat yang masuk 10 besar sudah pernah merasakan panasnya pertarungan di Pilwali Makassar. Seperti Munafri Arifuddin alias Appi yang menempati posisi teratas sudah maju di dua Pilwali Makassar sebelumnya. Rusdin Abdullah yang berada di posisi ketiga pernah maju di Pilwali Makassar 2013 lalu.

Demikian juga dengan Rahman Bando yang menempati posisi keenam maju sebagai calon wakil walikota berpasangan dengan Munafri Arifuddin di Pilwali 2020 lalu.

Dari sepuluh kandidat yang dinyatakan memiliki elektabilitas mumpuni, cuma tiga di antaranya yang tercatat sebagai caleg terpilih di DPR RI dan DPRD Sulsel. Rudianto Lallo diketahui sebagai caleg terpilih untuk DPR RI dari Partai NasDem, sedangkan Munafri Arifuddin dan Rahman Pina adalah caleg terpilih untuk DPRD Sulsel dari Partai Golkar.

Berbeda dengan Rudianto Lallo yang dikabarkan akan fokus bekerja di DPR RI, Munafri Arifuddin dan Rahman Pina telah menyampaikan kesediaan mundur untuk berebut kursi paling panas di Makassar itu. Dengan catatan mendapatkan rekomendasi untuk maju dari Partai Golkar.

Jika Munafri Arifuddin dan Rahman Pina berani mundur dari kursi DPRD Sulsel, berbeda dengan sejumlah politisi yang ikut meramaikan Pilwali Makassar. Mereka berani maju usai gagal terpilih di parlemen pada Pemilu 17 Februari 2024 lalu.

Sebut saja, Legislator Demokrat Aliyah Mustika yang gagal kembali ke Senayan, Legislator PKS Sri Rahmi gagal ke Senayan, politisi PDIP Risfayanti Muin terpental dari kursi DPRD Sulsel, Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad gagal bertahan di DPRD Sulsel, Ketua PKS Sulsel Amri Arsyid juga gagal ke DPR, dan Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali yang gagal terpilih kembali di DPRD Makassar.

Mengetahui dirinya masuk 10 besar bursa kandidat walikota Makassar, Rahman Pina yang dikonfirmasi wartawan mengaku, bersyukur atas hasil yang dirilis PKS itu. Hanya saja, Wakil Ketua Golkar Sulsel itu mengaku, dirinya belum melakukan upaya signifikan untuk kepentingan elektoral.

“Alhamdulillah, sejujurnya saya belum bekerja untuk kepentingan survei. Baru sebatas gimmick-gimmick gambar dengan tagline ‘bukan coba-coba’,” kata Rahman Pina saat dikonfirmasi, Selasa 25 Juni 2024.

Editor: Rahmat

Pos terkait