LPKM UMI Berbagi Resep Pembuatan Mie Sehat Berbahan Dasar Daun Kelor di SMAN 13 Maros

judul gambar

MANIFESTO, MAROS– Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) UMI melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 13 Maros, Sabtu 19 November 2022.

Kegiatan yang diikuti puluhan siswa dengan penuh antusias itu menghadirkan tim dosen pengabdian dari Fakultas Farmasi UMI yakni Aminah, S.Farm., M.Sc sebagai ketua dan Hamsinah, S.Farm, M.Si dan Ririn, S.Farm, M.Sc, sebagai anggota.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari program Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan melaksanakan PKM bertema “Pembuatan Mie Sehat Tinggi Kalsium Berbahan Dasar Daun Kelor Pada Siswa(i) SMAN 13 Maros”.

Aminah mengatakan, pembuatan mie sehat dengan daun kelor sebagai bahan dasar penting diketahui karena selain sehat, bahan dasarnya juga gampang diperoleh. Ia mencontohkan di sekitar SMA 13 Maros banyak terdapat tanaman yang bisa diolah dan dimanfaatkan untuk menjaga stamina tubuh sehingga tetap sehat dalam beraktifitas.

“Salah satu tanaman yang berada di sekitar sekolah yang memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan bisa dimanfaatkan adalah daun kelor,” kata Aminah didsmpingi tim dosen dari Fakultas Farmasi UMI.

Ia menjelaskan bahwa tanaman kelor dikenal sebagai tanaman bergizi, bahkan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu tanaman alternatif untuk mengatasi masalah gizi. Kandungan gizi yang tinggi, khasiat dan manfaatnya, sehingga kelor mendapatkan julukan Mother’s Best Friend and Miracle Tree.

“Selama ini masyarakat di sekitar sekolah SMA N 13 Maros khususnya siswa dan guru-guru hanya mengolahnya sebagai sayuran, padahal bisa diolah dalam bentuk lain,” ujar dia sambil mempraktikkan di depan siswa.

Apalagi remaja sambung dia, merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi kurang ataupun lebih. Data Global School Health Survey (2015) melaporkan adanya pola makan remaja yang tidak baik yang dapat memengaruhi status gizi remaja diantaranya: tidak selalu sarapan (65,2%), sebagian besar remaja kurang mengonsumsi serat sayur dan buah (93,6%), dan sering mengkonsumsi makanan berpenyedap (75,7%). Selain itu, remaja juga cenderung kurang melakukan aktifitas fisik (42,5%).

Hal-hal tersebut dapat meningkatkan risiko remaja menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas (RI, 2018). Remaja yang tidak mengonsumsi makanan bergizi seimbang juga berisiko mengalami penyakit Kurang Energi Kronis atau disebut KEK yang dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi dan gangguan hormonal lainnya.

Untuk itu pembuatan mie dari daun kelor sangat besar manfaatnya. Apalagi mie merupakan produk makanan dengan bahan baku tepung terigu sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia.

“Produk mie umumnya digunakan sebagai sumber energi karena memiliki karbohidrat cukup tinggi,” kata Aminah.

Sedang, daun kelor merupakan tanaman yang kaya akan gizi seperti zat besi, kalium, kalsium, protein, karbohidrat, lemak, seng, serat, vitamin dan lain-lain. Kalsium berfungsi membangun kesehatan tulang dan gigi, membantu pembuluh darah memindahkan darah ke seluruh tubuh. Membantu pelepasan hormon dan enzim yang mempengaruhi hampir setiap fungsi dalam tubuh manusia.

“Jadi mie berbahan dasar daun kelor sangat baik bagi remaja, selain sehat mie juga makanan yang digemari,” terangnya.

Editor: Azhar

judul gambar

Pos terkait