29 Pelaku Penyerangan dengan Busur di Manjalling Gowa Ternyata Warga Galesong Takalar

(Ilustrasi)
(Ilustrasi)
judul gambar

MANIFESTO, GOWA– Polres Gowa berhasil meringkus 29 remaja yang diduga pelaku aksi kekerasan dengan menggunakan busur, Rabu 29 Maret 2022.

Pelaku diciduk kurang dari 24 jam pasca menjalankan aksi yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan dua orang luka berat di Desa Manjalling, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Selasa 28 Maret 2023 malam.

Bacaan Lainnya

Semua pelaku berasal dari Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Mereka pun dijebeloskan ke penjara dan ditetapkan sebagai tersangka kejadian biadab itu. Kapolres Gowa AKBP Reonald T.S Simanjuntak, mengatakan, para pelaku ini hendak melakukan penyerangan, namun salah sasaran.

“Kejadian tersebut terjadi tadi malam sekitar pukul 23.45 Wita. Motif tersebut karena kesalahpahaman dan ketersinggungan, tetapi salah sasaran,” ungkap Reonald saat saat menggelar Press Release kasus tersebut, Rabu 29 Maret 2023 malam.

Awalnya kata Kapolres, pelaku utama yang berinisial P (sudah berusia dewasa) ini dipukuli oleh kakak AS yakni pacar pelaku. Alasannya kakak dari AS tidak setuju pacaran dengan P.

“Karena tidak terima dipukuli oleh kakak dari AS, pelaku inisial P ini lalu memanggil rekan-rekannya untuk membalas,” sambung Kapolres.

Namun, belakangan aksi penyerangan ini salah sasaran. Saat menuju lokasi sasaran, rombongan pelaku yang kebut- kebutan sempat ditegur salah seorang warga agar pelan- pelan. Tak terima ditegur, P langsung melayangkan anak panah ke tubuh korban yang mengibatkan korban meninggal dunia.

“Korban yang bernama Kadir Dg Ngempo saat itu sedang memindahkan gabah ke truk, lalu para pelaku ini ditegur agar pelan-pelan mengendarai motornya. Karena para pelaku ini tidak terima ditegur dan emosi sehingga pelaku melepaskan anak panah ke arah korban,” terang Kapolres Gowa menceritakan kronologi kejadian.

Dalam kejadian ini, Kapolres menyebutkan ada tiga korban. Satu meninggal dunia dan dua luka berat.

Untuk pelaku, Kapolres mengatakan, sembilan sudah berusia dewasa dan 20 masih di bawah umur dan tercatat masih berstatus pelajar. “11 masih buron,” kata dia.

Saat menangkap pelaku, aparat mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, tiga anak panah, senjata tajam jenis badik masih dalam pencarian barang bukti, 19 hanphone, pekaian pelaku serta beberapa kendaraan roda dua yang digunakan para pelaku saat melakukan aksi penyerangan.

Para tersangka dikenakan pasal 340 KUHP karena melakukan perencanaan pembunuhan berencana, juncto pasal 338, pasal 2 ayat (1) Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 terkait senjata tajam dan undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Jadi ancaman seumur hidup bagi para pelaku yang sudah dewasa,” ujar Kapolres.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait