Bupati Takalar Minta Aktivitas Pasar Tradisional Tetap Patuhi Protokol Covid 19

Pasar tradisional tetap diimbau mematuhi protokoler pencegahan Covid 19 di tengah aktivitas yang meningkat menjelang lebaran. (int)
Pasar tradisional tetap diimbau mematuhi protokoler pencegahan Covid 19 di tengah aktivitas yang meningkat menjelang lebaran. (int)

MANIFESTO, TAKALAR- Bupati Takalar Syamsari Kitta kembali mengingatkan warganya agar tetap waspada terhadap penularan virus corona atau Covid 19.

Peringatan itu seiring bertambahnya pasien positif yang terjangkit Covid 19 di Takalar. Seperti dikabarkan sebelumnya jika dua warga Takalar reaktif saat menjalani Rapid Diagnostic Test (RDT) di pasar Gowa dan Makassar.

Bacaan Lainnya

Bahkan, Is, 57, warga desa Lassang, kecamatan Polongbangkeng Utara dipastikan positif terpapar virus mematikan itu usai hasil swab keluar.  

“Mari kita saling mengingatkan agar senantiasa waspada terhadap penularan Covid 19 dengan tetap senantiasa mencuci tangan, menjaga jarak, mengenakan masker, dan menghindari kerumunan,” kata Syamsari, Selasa 19 Mei 2020.    

Apalagi Syamsari mengaku, aktivitas warga di sejumlah pasar tradisional meningkat menjelang pelaksanaan Idul Fitri 1441 H. Untuk itu, baik pengunjung ataupun pedagang diminta untuk tetap waspada dan tidak abai terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid 19.

“Kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran Covid-19 ini adalah kedisiplinan kita semua, kedisiplinan untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid 19,” kata mantan anggota DPRD Sulsel itu.

Sehari sebelumnya, Pemkab Takalar memutuskan pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 H di rumah masing- masing. Pemkab Takalar mengikuti isntruksi pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk tetap waspada akan penularan virus mematikan itu.

“Alhamdulillah sudah ditegaskan bahwa kita semua mengikuti arahan pemerintah pusat dan arahan Pak Gubernur untuk melanjutkan social dan psycal distancing,” kata Bupati Takalar Syamsari kepada wartawan, Selasa 19 Mei 2020.

Ia mengatakan, sebelum Pemkab Takalar memutuskan pelaksanaan idul fitri di rumah saja, Forkopimda Takalar, Kemenag, MUI dan ormas sudah diundang untuk vidcom dengan pejabat pusat (menteri), Gubernur dan Forkopimda Provinsi membahas tentang teknis idul fitri saat pandemi Covid-19.

“Kita semua menghindari perkumpulan massa demi untuk kemaslahatan ummat, yaitu memutus rantai penyebaran penyakit Covid-19 yang mematikan. Agama mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar,” ungkap Syamsari.

Editor: Azhar

Pos terkait