MANIFESTO, TAKALAR– Tim Gugus Covid 19 Takalar melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) sembilan kerabat dekat ES, 35, di Jalan Pallantikang, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Sabtu 23 Mei 2020.
RDT dilakukan usai ES meninggal di RS Siloam Makassar tadi siang. ES yang diketahui sebagai guru di salah satu SD di Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Makassar divonis telah terpapar virus corona atau Covid 19.
Dari sembilan keluarga dekat ES yang menjalani RDT, S, kakak pasien positif dinyatakan reaktif. Sementara delapan kerabatnya dinyatakan negatif dari virus berbahaya itu.
“Kita sudah lakukan RDT terhadap sembilan keluarga pasien positif dan hasilnya ada satu atas nama S, reaktif,” kata Ketua Harian Gugus Covid 19 Takalar dr Rahmawati, Sabtu 23 Mei 2020.
Namun, Tim Gugus belum berani memastikan perempuan yang sehari-hari bertugas sebagai perawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle itu telah ikut terpapar virus corona. Untuk itu, pemeriksaan dilanjutkan dengan swab test.
“Bukan cuma yang reaktif, tetapi sembilan keluarga yang menjalani RDT kita juga ikutkan untuk swab test, kita tunggu hasilnya besok atau lusa,” kata Rahmawati.
Direktur RSUD Padjonga Dg Ngalle dr Asriadi Ali membenarkan jika salah satu perawatnya reaktif Covid 19 saat menjalani RDT tadi siang. Perawat yang reaktif bertugas di perawatan Mawar.
“Kami sudah istrahatkan sementara, dan ada dua rekannya yang pernah kontak fisik dengan yang bersangkutan, itu secepatnya kita juga akan lakukan RDT,” kata Asriadi Sabtu, 23 Mei 2020.
Informasi yang dihimpun menyebutkan jika S inilah yang merawat adiknya, ES selama tiga hari di rumahnya orangtuanya di Pallantikang, Pattalassang sebelum dirujuk ke RS Siloam. ES pun dinyatakan meninggal di RS Siloam usai dirawat intensif selama tiga hari di Siloam.
Editor: Azhar



