MANIFESTO, MAKASSAR– Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Abdul Rakhmat membenarkan jika tenaga kesehatan banyak terpapar corona atau Covid 19 dalam beberapa pekan terakhir.
Rakhmat mengatakan, lonjakan nakes terpapar corona terjadi di banyak daerah di Sulsel. Selain penelusuran yang digelar secara masif seperti tracing dan tes yang gencar di berbagai daerah, nakes yang menjadi garda terdepan menangani Covid 19 sangat rentan tertular.
Menurutnya, ada beberapa yang menyebabkan nakes sangat rawan terjangkit Covid-19. Pertama, pada saat awal virus tersebut masuk ke Indonesia di kisaran Maret dan awal April, banyak nakes kekurangan alat pelindung diri (APD) sehingga menggunakan APD seadanya.
“Banyak sekali kekurangan APD, sehingga kawan-kawan banyak yang melakukan modifikasi APD. Dari modifikasi tersebut, kita tahu bahwa tidak bisa 100 persen mencegah penularan virus berbahaya itu,” kata Rakhmat kepada wartawan, Sabtu 20 Juni 2020.
Selanjutnya kata Rakhmat, nakes tertular melalui pasien yang tidak menunjukkan gejala klinis Covid-19. Pasien tersebut datang memeriksakan dirinya ke rumah sakit dengan gejala lain. Sementara, dokter dan nakes tidak mengetahui bahwa pasien tersebut ternyata positif Covid-19.
“Jadi keluhannya lain dan si pasien tidak mengerti kalau dia sudah terinfeksi. Si dokter pun tidak mengerti bahwa yang bersangkutan (pasien) sebenarnya sudah terinfeksi tanpa gejala,” jelasnya.
Dia mengatakan, banyaknya nakes yang terpapar akibat ketidakjujuran pasien saat diagnose awal. Padaha kata dia, sekiranya pasien jujur maka akan terlayani dengan standar pelayanan Covid 19 dan dimasukkan dalam status PDP (Pasien Dengan Pengawasan).
“Makanya senantiasa kita sosialisasikan dan mengharapkan agar pasien lebih terbuka, karena dengan begitu penanganannya akan lebih tepat dan mata rantai penularan ini bisa diputus,” kata Rakhmat.
Rakhmat pun meminta agar semua pihak bisa memahami dan menahan diri dalam berkomentar yang mendiskreditkan nakes dalam menghadapi pandemi Covid 19. Apalagi hingga menuding nakes terapapar corona akibat keteledoran yang dilakukan saat merawat pasien positif.
“Agar semua unsur bijak mengeluarkan stetmen tanpa dasar kajian yang jelas, cukuplah virus Covid 19 yang sekarang sudah banyak menginfeksi tenaga kesehatan yang harus kita lawan bersama, jangan lagi ada stetmen yang bisa melukai hati kami sebagai bagian terdepan dalam menangani virus ini,” ungkap Rakhmat.
Editor: Azhar



