Atasi Abrasi, Tanggul Sepanjang 430 Meter Dibangun di Galesong Utara

Bupati Takalar Syamsari Kitta meninjau proses pembuatan tanggul di desa Sampulungan bersama konsultan dari BB Pompengan Jeneberang, Jumat 3 Juli 2020. (Ist)
Bupati Takalar Syamsari Kitta meninjau proses pembuatan tanggul di desa Sampulungan bersama konsultan dari BB Pompengan Jeneberang, Jumat 3 Juli 2020. (Ist)

MANIFESTO, TAKALAR– Pemerintah membangun tanggul penahan ombak sepanjang 430 meter di desa Sampulungan, kecamatan Galesong Utara.

Tanggul ini untuk mengatasi masalah abrasi yang menjadi ancaman serius masyarakat pesisir setiap tahun. Tanggul yang menelan anggaran kurang lebih Rp 10 miliar dari Kementrian PUPR. Rencananya proyek yang dikerjakan oleh oleh Balai Besar Pompengan Jeneberang ditarget rampung paling lambat akhir November 2020 .

Bacaan Lainnya

“Saat ini sedang dikerjakan oleh pihak Balai, dan sesuai kontrak berakhir November. Ini bantuan dari pemerintah pusat agar abrasi bisa diminimalisir dan warga yang tinggal di pesisir tidak perlu cemas ketika musim hujan,” ujar Plt. Kadis PU Muchsin kepada wartawan, Jumat 3 Juli 2020.

Seperti diketahui, setiap tahun daratan di pesisir pantai sepanjang Galesong terkikis akibat abrasi pantai. Salah satu titik abrasi yang cukup parah setiap musim hujan, yakni di sepanjang pesisir pantai desa Sampulungan dan desa Aeng Batu-Batu, kecamatan Galesong Utara.

Pada awal tahun 2020, belasan rumah rusak serta pemakaman yang terbongkar akibat abrasi dan hantaman ombak.

Bupati Takalar Syamsari Kitta mengatakan, jika pembangunan tanggul sebagai upaya pencegahan agar abrasi yang kerap terjadi bisa diatasi. Apalagi, abrasi yang pernah terjadi telah merusak rumah warga dan pemakaman penduduk.  

“Kita berharap agar tanggul ini bisa menyelesaikan persoalan abrasi yang menjadi ancaman warga di pesisir,” harap Syamsari saat meninjau pembuatan tanggul di desa Sampulungan, Jumat 3 Juli 2020.     

Editor: Azhar

Pos terkait