Gandeng Zunnun, None Perlu Kerja “Extra” Keras di Pilwali Makassar

Kandidat Walikota Makassar Irman Yasin Limpo saat mengikuti uji kompetensi di Partai Golkar beberapa waktu lalu. (Int)
Kandidat Walikota Makassar Irman Yasin Limpo saat mengikuti uji kompetensi di Partai Golkar beberapa waktu lalu. (Int)

MANIFESTO, MAKASSAR – Partai Golkar pekan lalu mengumumkan akan mengusung mantan Kadis Pendidkan Sulsel, Irman Yasin Limpo alias None di Pilwali Makassar. Jika itu terjadi, maka None sudah cukup untuk bertarung dengan dukungan Parta Amanat Nasional (PAN) sebelumnya. 

Hanya saja, untuk mendapatkan rekomendasi Golkar, None nampaknya harus menggaet kader Golkar sebagai pasangan. Zunnun Nurdin Halid adalah satu- satunya nama yang mencuat di internal Parta Golkar. Duet None- Zunnnun pun mengemuka menjelang pendaftaran di KPU akhir Agustus.   

Bacaan Lainnya

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Firdaus Muhammad menilai, paket None dan Zunnun bisa saja terjadi di Pilwali Makassar. Itu jika None bersedia menggandeng mantan anggota DPRD Sulsel sebagai pasangannya. Namun, None bisa saja harus menggandeng Zunnun jika harus bertarung di Pilwali Makassar.

“Paket None- Zunnun bisa saja terjadi, karena sama- sama membutuhkan, Pak None juga mungkin tidak ada jalan lain untuk maju selain dukungan Partai Golkar ditambah PAN yang telah menyatakan mendukung, itu kalau kita melihat dinamika parpol beberapa hari terakhir,” kata Firdaus kepada Manifesto, Senin 6 Juli 2020.       

Firdaus mengatakan, duet None- Zunnun di Pilwali perlu kerja keras. Dari berbagai survey yang dirilis, elektabilitas None di bawah kandidat Moh Ramdhan Pomanto (Danny), Munafri Arifuddin (Appi), dan Syamsu Rizal (Ical).

“Survey personal None masih di bawah ketiga kandidat yang diprediksi akan bertarung, jika menggandeng Zunnun maka pertanyaannya, apakah apa bisa mengangkat popularitas dan elektabilitasnya?, saya kira perlu kerja keras,” terang Firdaus.    

Namun, Firdaus juga melhat baik Danny, Appi, dan Ical, juga berpasangan dengan nama “asing” dalam kontestasi politik Makassar. Misalnya, Danny yang menggandeng Fatmawati Rusdi, Appi dengan Abdul Rahman Bando, dan Ical yang berpasangan dengan Fadli Ananda.

“Tapi dengan massif sosialisasi saya kira tidak ada yang tidak mungkin dalam politik, yang terpenting dulu adalah bagaimana dukungan parpol sebagai syarat bertarung bisa terpenuhi,” kata Firdaus.

Sekadar diketahui, di Pilwali Makassar 2013, None yang berpasangan dengan politisi PAN Busrah Abdullah keluar sebagai pemenang kedua. Padahal, paket None- Busrah tercipta hanya beberapa saat menjelang pendaftaran di KPU. Duet None- Busrah hanya kalah dari pasangan Danny- Ical yang menjadi walikota dan wakil walikota Makassar periode 2014- 2019.  

Penulis: Fadli Ramadhan

Pos terkait