MANIFESTO, MAKASSAR– Kader muda Partai Golkar Sulsel bereaksi atas upaya loyalis Nurdin Halid menggoyang Ketua DPD I Partai Golkar terpilih Taufan Pawe. Mereka pun meminta agar loyalis NH tak gaduh di tengah persiapan Golkar menghadapi Pilkada serentak yang sudah akan memasuki pendaftaran di KPU awal September.
“Saya minta kepada semua pihak untuk tidak gaduh lagi pasca Musda Golkar yang banyak menghabiskan energy kita, mari saling berangkulan untuk membesar Golkar di Sulsel dan kita sudah mempercayakan kepada Pak Taufan Pawe untuk memimpin Golkar di Sulsel,” kata kader muda Golkar Sulsel, Anshar Ilo kepada Manifesto, Rabu 26 Agustus 2020.
Anshar pun mendukung langkah Taufan Pawe yang memiliki keinginan membesarkan Partai Golkar di Sulsel. Dengan pengalaman selama dua periode sebagai Ketua Golkar dan Walikota Parepare, Taufan dinilai bisa mengembalikan kejayaan beringin di Sulsel.
“Kita dukung sepenuhnya Pak Taufan Pawe untuk merangkul semua potensi yang dimiliki untuk membesarkan Golkar, mari kita berikan kepercayaan sepenuhnya kepada beliau, dan tentu tidak semua kader bisa menempati posisi yang diinginkannya karena terbatas, tapi saya yakin Pak Taufan pahamlah siapa kader yang lebih mumpuni untuk itu, ” terang Anshar.
Ia mengatakan, Taufan tentu menginginkan pengurus Partai Golkar Sulsel diisi oleh kader- kader yang berkualitas dan bisa diajak kerja sama. Apalagi di posisi yang strategis harus diisi oleh kader yang mumpuni.
“Kalau kita gaduh terus, Partai Golkar yang rugi, apalagi menjelang pilkada serentak, sebaiknya kita berkonsentrasi memenangkan usungan Golkar di berbagai pilkada di Sulsel, jangan ribut teruslah,” pinta Anshar.
Sebelumnya diberitakan jika sejumlah loyalis NH menggoyang kepemimpinan Taufan Pawe. Orang dekat NH yang juga ketua panitia Musda Golkar kemarin, Risman Pasigai mengeluarkan pernyataan keras. Ia meminta Taufan Pawe mundur dari Ketua Golkar Sulsel jika tak sanggup.
Disusul oleh tiga formatur loyalis NH yang menggelar rapat formatur di kantor DPD I Golkar Sulsel, tanpa Taufan Pawe dan formatur utusan DPP, Muhiddin M Said. Ketiga formatur itu bermanuver dikabarkan karena menolak usulan kepengurusan yang dibawa Taufan Pawe ke DPP.
Menanggapi manuver loyalis NH itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe membeberkan alasan mereka menolak draft kepengurusan yang diajukan ke DPP Partai Golkar. Taufan menegaskan, loyalis NH menolak anggota fraksi Partai Golkar Sulsel diakomodir masuk kepengurusan. Padahal, anggota fraksi adalah kader- kader yang terbukti memiliki banyak kontribusi ke Partai Golkar.
Taufan mengaku, mengakomodir semua pihak sesuai dengan petunjuk DPP karena ingin formasi ideal dalam kepengurusan. Dengan mengakomodir semua potensi maka akan menjadi jaminan kebesaran Partai Gokar di Sulsel.
“Ini adalah luapan kekecewan ketiga formatur itu. Saya ingin bagaimana terwujud struktur kepengurusan ideal, sesuai saran DPP agar anggota fraksi difungsikan, atau dioptimalisasikan. Tentu saya masukkan dalam kepengurusan,” kata Taufan, Rabu 26 Agustus 2020.
Taufan membantah tak melakukan rapat formatur. Dia mengaku lima formatur sudah melakukan rapat bersama di Jakarta. Namun, tiga formatur tersebut tetap menolak hasil rapat tersebut.
“Sudah rapat bersama, dan saya menyodorkan nama struktur, namun mereka menolak beberapa nama, termasuk nama anggota fraksi yang masuk dalam struktur, serta beberapa nama untuk mengisi jabatan yang mereka tawarkan,” beber Taufan.
Penulis: Fadli Ramadhan



