MANIFESTO, MAKASSAR — Mantan media officer PSM Makassar jagokan pasangan calon Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) ketimbang Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando pada Pilwali 2020 mendatang
Andi Widya Syadzwina, mengatakan Pilwali Makassar 2020 merupakan pesta demokrasi yang sejatinya melahirkan kebahagiaan, bukan perselisihan apalagi keributan. Pilkada jangan sampai memecah belah persatuan dan persaudaraan. Toh, tujuan pilkada ini untuk kepentingan umum.
“Beda pilihan itu biasa, seperti pelangi yang tidak akan indah bila hanya satu warna. Kita ini kan menjunjung Bhinneka Tunggal Ika, makanya mari bersama ciptakan pilkada damai,” kata Wina-sapaan Juru bicara Dilan, Jumat 11 September 2020.
Tidak kalah penting, Wina menyebut merealisasikan pilkada sehat. Musababnya, Indonesia termasuk Kota Makassar masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Makanya, pilkada mesti jadi ajang adu gagasan upaya pencegahan dan penanggulangan virus korona bagi kandidat. Selain itu, pasangan calon harus menjadi teladan penerapan protokol kesehatan.
“Inilah yang dipegang teguh Dilan, komitmen memerangi Covid-19. Makanya, dalam program yang kita setor ke KPU, di dalamnya itu ada strategi khusus pencegahan dan penanggulangan Covid-19,” ucapnya.
Lanjut Wina, Tidak sebatas program Deng Ical-maupun Dokter Pade, dalam keseharian selalu menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, jauh sebelum pencalonan, dimana kedua tokoh ini merupakan aktivis dan pejuang kemanusiaan.
“Kita tahulah rekam jejak Deng Ical dan Dokter Pade. Mereka ini berjibaku dalam perang terhadap Covid-19, itu karena Deng Ical adalah Ketua PMI Makassar dan Dokter Pade ya dokter, jadi mereka paham dan tak akan mencederai perjuangan memerangi Covid-19,” tuturnya.
Editor: Azhar



