MANIFESTO, MAKASSAR – Wacana penundaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang menuai banyak pro dan kontra.
Pengamat politik lainnya dari Universitas Patria Artha (UPA) Makassar, Dr Bastian Lubis juga menilai, jika Pemerintah, DPR dan KPU sepakat untuk menunda pilkada 2020, maka tidak ada kepastian jelas arah pembangunan di 270 daerah.
“Pelaksanaan otonomi daerah saat ini menuntut kepala daerah terpilih mempunyai visi, misi dan program kegiatan yang tertuang dalam perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” kata Bastian saat dikonfirmasi, Minggu 11 September 2020.
Ia menjelaskan, dana yang tersedia dalam APBD selama lima tahun itu jelas untuk kesejahteraan rakyat. Jika ASN yang pada umumnya kepala dinas provinsi ditunjuk sebagai penanggung jawab bisa berimbas dengan anggaran. Hal ini berdampak pada pemborosan dana APBD karena tidak ada arah yang jelas dan terukur penggunaannya.
“Dan intervensi dari gubernur sangat besar, bagus kalau gubernurnya punya visi misi yang jelas, kalau tidak hanya meninggalkan berbagai macam masalah,” ungkap Peneliti senior Pukat ini.
Menurut Bastian, penundaan Pilkada karena alasan covid-19 ini sangat lebay dan cari-cari alasannya saja. Ia menegaskan, tahapan Pilkada harus tetap berjalan sembari memperketat protokol kesehatan dan disertai dengan sosialisasi.
“Sangat lebay dan berlebihan, kalau dikatakan demi keselamatan rakyat, harus nya pemerintah dapat memberikan penyuluhan atau sosialisasi secara komprehesip pada masyarakatnya,” tegasnya.
“Apa ada yang tahu kalau kapan berakhirnya wabah covid-19? Seluruh dunia tidak ada yang berani prediksi, meskipun Guberbur Sulsel pernah menyatakan di media massa kalau Sulsel sudah masuk zona hijau bulan Juli lalu, apa benar?” sambungnya.
Bastian juga menuturkan jika dirinya sependapat dengan Mendagri, Tito Karnavia memilih untuk tetap dilakulan Pilkada 2020, dengan memperhatikan protokol kesehatan.
“Kita jangan lagi berfikir mau hidup normal seperti sebelum ada wabah corona ini, sekarang new normal maka kegiatan saat ini harus menyesuaikannya,” pungkasnya.
Penulis: Fadli



