Bocah Tenggelam di Perairan Cikoang Belum Ditemukan, Bupati Panggil Kepala BPPD

Bupati Takalar Syamsari Kitta berbincang bersama Kepala BPBD Takalar Rahman Nasir terkait perkembanga pencarian bocah tenggelam di perairan Cikoang, Selasa 29 September 2020. (Ist)
Bupati Takalar Syamsari Kitta berbincang bersama Kepala BPBD Takalar Rahman Nasir terkait perkembanga pencarian bocah tenggelam di perairan Cikoang, Selasa 29 September 2020. (Ist)

MANIFESTO, TAKALAR- Bupati Takalar Syamsari memanggil Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rahman Nasir untuk mengevaluasi pencarian terhadap Rio, bocah empat tahun yang tenggelam di perairan Cikoang, Mangarabombang, dua hari lalu.

Sampai saat ini, warga desa Pattopakang itu belum ditemukan meski pencarian terhadap korban telah dilakukan dua hari. Padahal, petugas dari BPPD, Basarnas, dan kepolisian telah menyisir pesisir pantai Cikoang, Laikang, Punaga dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

“Saya dipanggil Pak Bupati terkait perkembangan pencarian atas korban tenggelam di Cikoang, saya sudah jelaskan bahwa pencarian telah berlangsung dua hari tetapi masih belum ada hasil,” terang Rahman usai bertemu dengan Bupati di Alun- alun Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Selasa 29 September 2020.

Rahman pun mengatakan, jika pencarian akan terus dilakukan sampai lima hari ke depan. Saat ini, BPBD bersama Basarnas akan memperluas area pencarian untuk mengendus keberadaan korban. Ia pun berharap korban segera ditemukan dalam pencarian yang terus dilakukan hingga beberapa hari ke depan.

“Pencarian kita perpanjang hingga lima hari ke depan, semoga dalam waktu itu korban sudah bisa kita temukan, doakan saja,” kata Rahman.  

Warga berkumpul menyaksikan pencarian terhadap bocah tenggelam di perairan Cikoang, Mangarabombang, Minggu 29 September 2020. (Int)

Ia mengaku, pagi ini petugas BPBD dan Basarnas telah berada di Cikoang untuk melanjutkan pencarian. Terkait isu keterlambatan Basarnas sampai di lokasi saat kejadian, Rahman mengaku, Basarnas yang berkantor di Makassar memiliki prosedur tetap (protap) sebelum menerjunkan personelnya ke lokasi pencarian.

“Jika ada isu keterlambatan, tidak ada salahnya karena memang Basarnas tidak akan langsung turun pasca mendapatkan informasi tetapi mengkroscek dulu kebenaran informasi yang masuk, jika sudah dipastikan kebenarannya, baru menyiapkan personel dan alat sebelum ke lokasi,” ungkap Rahman.  

Editor: Azhar

Pos terkait