Berkunjung ke Mamuju, Tapi Jokowi Batalkan ke Majene, Ini Penyebabnya

Jokowi berada di atas reruntuhan bangunan akibat gempa berkekuatan 6,2 magnitudo di Mamuju, Selasa 19 Januari 2021. (Int)
Jokowi berada di atas reruntuhan bangunan akibat gempa berkekuatan 6,2 magnitudo di Mamuju, Selasa 19 Januari 2021. (Int)

MANIFESTO, MAKASSAR– Presiden Jokowi hari ini melakukan kunjungan ke Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa 19 Januari 2021. Namun, Jokowi batal mengunjungi Majene, daerah yang menjadi pusat gempa yang terjadi Kamis 14 Januari dan Jumat 15 Januari 2021 itu.

Agenda ke Majene terpaksa dibatalkan karena karena terjadi longsor yang menutup ruas jalan Mamuju-Majene. Jokowi pun memaksimalkan kunjungan di Mamuju dan menjanjikan bantuan bagi korban gempa berkekuatan 6,2 magnitudo itu.

Bacaan Lainnya

“Agenda Pak Presiden Jokowi ke Kecamatan Malunda, Kabupaten Majenne, batal. Pertimbangannya kondisi cuaca yang buruk yang menyebabkan seringnya terjadi longsor. Informasi yang kami terima, longsor kembali terjadi dan material menutupi badan jalan sehingga arus transportasi darat terputus,” kata Wakil Komando Operasi Penanganan Bencana Sulbar Mohamad Idris dikutip dari detik.com pada Selasa 19 Januari 2021.

Mohamad Idris yang merupakan Sekretaris Daerah Sulbar menyebutkan bahwa longsor kembali terjadi di daerah Majene saat Presiden Jokowi meninjau korban gempa di pengungsian Stadion Manakarra, Mamuju. Idris mengungkapkan semula agenda Presiden Jokowi tiba di Sulbar adalah meninjau daerah yang terdampak gempa di Mamuju dan  Majene.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi tiba hari ini di Mamuju dan langsung meninju kantor Gubernur Sulbar yang ambruk karena gempa. Selanjutnya, Jokowi juga meninjau pusat pengungsian korban gempa bumi di Stadion Manakarra, Kelurahan Rimuku, Mamuju Kota.

Jokowi meninjau kedua titik tersebut dengan didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Kepala BNPB Doni Monardo, hingga Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Presiden Jokowi memastikan rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2 di Sulawesi Barat (Sulbar) akan mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan perbaikan rumah tersebut terbagi menjadi 3 kategori.

“Untuk yang rusak berat Rp 50 juta, untuk rusak sedang Rp 25 juta, dan untuk yang rusak ringan yang hanya retak-retak Rp 10 juta,” kata Jokowi saat meninjau pusat pengungsian di Stadion Manakarra.

Editor: Azhar

Pos terkait