Konsolidasi Jelang Musda, TP Paparkan Empat Kriteria Calon Ketua Golkar Enrekang

Ketua DPD I Partai Golkar Taufan Pawe saat memimpin rapat konsolidasi Golkar Enrekang, Jumat 26 Februari 2021. (Ist)
Ketua DPD I Partai Golkar Taufan Pawe saat memimpin rapat konsolidasi Golkar Enrekang, Jumat 26 Februari 2021. (Ist)

MANIFESTO, ENREKANG– Ketua DPD I Partai Golkar Taufan Pawe memimpin rapat konsolidasi Golkar Enrekang di kantor DPD II, Jumat 26 Februari 2024.

Dalam rapat konsolidasi yang dihadiri pengurus DPD II Enrekang, anggota fraksi Golkar Enrekang, dan pimpinan kecamatan, TP memaparkan konsep Golkar Baru yang selama ini digaungkan Walikota Parepare itu.

Bacaan Lainnya

Ia pun menegaskan, jika Golkar Baru bukan karena diisi oleh orang- orang baru, tetapi paradigma politik yang berbeda. Golkar saat ini bukan lagi milik perorangan, keluarga, kelompok, tetapi milik semua kader yang siap berkeringat untuk partai.   

“Partai jangan lagi dijadikan sumber penghasilan pribadi. Tak boleh lagi ada bayar- bayar, seperti mau caleg bayar, mau jadi ketua DPD II bayar, di era Pak Airlangga itu semua harus dirubah,” tegas TP yang disambut tepuk tangan kader Golkar Enrekang.

Jika paradigma tak dirubah, maka Golkar akan sulit menjadi pemenang di pemilu 2024. Untuk itu, semua kader- kader harus bekerja keras untuk mendapatkan simpati rakyat dengan memperbanyak kerja- kerja sosial yang bisa berpengaruh terhadap elektabilitas partai.   

“Ini yang harus kita rubah dan saya wakafkan diri saya untuk kebesaran Partai Golkar. Makanya kita usung Golkar baru dengan paradigma baru. Tatap mata saya, tak ada lagi bayar bayar di Golkar,” kata TP bersemangat.

Terkait kandidat ketua yang akan maju di musda, TP memaparkan tiga kriteria yang pantas memimpin Golkar Enrekang. Di antaraya, kandidat ketua harus cerdas  sehingga bisa menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi Partai Golkar. Selain itu, kandidat ketua harus memiliki mimpi politik di 2024.

“Harus punya mimpi di 2024, apakah sebagai calon bupati, calon anggota DPR ataukah apa saja yang pasti harus ada cita- cita sehingga menjadi penyemangat untuk berkerja, kalau tidak, maka yang bisa kita harap,” tegas Walikota yang sarat prestasi itu.    

Terpenting kata TP, harus memiliki finansial yang cukup. Jika tidak memiliki financial, maka mimpi politik di 2024 akan sangat sulit diwujudkan. “Finansial juga menjadi hal terpenting dalam mewujudkan mimpi politik kita, tanpa itu, maka saya kira berat,” ujar mantan pengacara kondang itu.   

Ia juga meminta agar calon ketua berkomitmen untuk meningkatkan perolehan kursi Golkar di 2024. Jika saat ini hanya 6 kursi, maka pemilu mendatang ditarget 12 kursi. Apalagi saat ini, Bupati Enrekang Muslimin Bando dan Ketua DPRD berasal dari Golkar.

“Tidak ada yang berat untuk meningkatkan suara Golkar, bupati dan ketua DPRD Enrekang itu Golkar, gunakan semua variable untuk menyentuh hati rakyat, jangan jauh dari rakyat,” pinta TP yang juga Ketua MKGR Sulsel itu.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe. (Manifesto Dok)

Dalam kunjungannya ke Enrekang, TP didampingi Ketua AMPG Golkar Sulsel Rahman Pina, Ketua KPPG Sulsel dr Salwa Mochtar, Wakil Ketua Bidang Pemilu La Kama Wiyaka, Wakil Ketua Kebijakan Publik Herman Heizer, dan sejumlah pengurus teras Golkar Sulsel.     

Sebelumnya, Plt Ketua Golkar Enrekang Asmara Cawidu mengatakan, telah melakukan konsolidasi hingga ke tingkat kecamatan pasca ditunjuk sebagai pelaksana tugas. Ia pun menyampaikan jika saat ini, pihaknya tengah siap menggelar musda.  

“Konsolidasi internal kita sudah lakukan dan untuk musda, kita menunggu petunjuk Pak Ketua DPD I,” kata Asmara.

Usai konsolidasi di DPD II Golkar Enrekang, TP bersama rombongan menemui Bupati Enrekang Muslimin Bando dan Ketua DPRD di rujabnya masing- masing.

Editor: Azhar  

Pos terkait