MANIFESTO, TAKALAR– Petugas vaksin dari Dinas Kesehatan Takalar mulai menyasar rumah- rumah warga yang belum divaksin. Hal itu dilakukan agar semua warga Takalar tersentuh vaksinasi sehingga kebal terhadap penularan virus covid 19.
“Mulai kemarin kita sudah sebar petugas vaksin ke rumah- rumah di pedesaan untuk mempercepat vaksinasi warga, tentunya petugas kami dikawal aparat keamanan dan aparat desa,” kata Kadis Kesehatan dr. Rahmawati kepada wartawan, Minggu 20 Februari 2022.
Ia menegaskan, sasaran yang dituju berdasarkan cakupan data terendah progres vaksinasi yang diperoleh tim Vaksinator Dinkes serta laporan para lurah dan kepala desa se-Takalar. Apalagi saat ini, capaian vaksinasi di Takalar tinggal 15 persen saja. “Sasarannya adalah desa atau kelurahan yang rendah progres cakupan vaksinasinya,” ucap Rahma.
Rahma juga mengungkap jika langkah yang diambil ini adalah salah satu pengejawentahan dari program Bupati Takalar Syamsari Kita yang ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Program yang digagas pada tahun 2020 itu kata dia, diharapkan mampu melayani khusus bagi warga yang sakit dan tidak sempat ke pusat pelayanan kesehatan
“Di sini kita berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, warga yang tidak memiliki kesempatan untuk datang kepusat pelayanan vaksin, kita datangi dan diberikan pelayanan khusus oleh tim vaksinator, seperti program homecare yang dilakukan setiap jum’at oleh para kader kesehatan diwilayah masing-masing,” kata mantan Direktir RSUD Takalar itu.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Muh. Hasbi kembali mengevaluasi capaian vaksin ditingkat desa/ kelurahan dengan menghadirkan masing-masing kepala desa dan lurah, Jumat (18/2/2022).Evaluasi yang dilangsungkan di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar tersebut sekaligus membahas terkait teknis pelaksanaan vaksin door to door yang akan dilaksanakan 10 hari ke depan.
Kabupaten Takalar ditargetkan mampu mencapai 100 persen dosis pertama pada 28 Februari mendatang, yang saat ini berada pada capaian 84 persen. Untuk mencapai angka tersebut, tim vaksinator akan menjemput ‘bola’ dengan cara menurunkan tim vaksinator kabupaten door to door ke setiap rumah warga yang belum untuk melakulan vaksinasi.
“Harus ada langkah solutif untuk mencapai angka 16 persen pada 10 hari terakhir di Bulan Februari. Setelah kita duduk bersama stakeholder terkait memikirkan solusinya maka ditetapkanlah door to door ini atau mobile vaksin atau vaksinator bergerak dari rumah kerumah untuk memvaksin warga yang belum di vaksin,” jelas Hasbi.
Lebih detail, Ia menjelaskan bahwa tim vaksinator yang akan door to door mendapat pengawalan dari aparat desa dan aparat keamanan menyisir rumah warga yang belum di vaksin. “Jadi tim vaksinator akan didampingi oleh kepala desa, babinsa/ babhinkamtibmas masing-masing menyisir rumah warga,” tandasnya.
Diketahui vaksinator kabupaten yang berjumlah 23 orang dikhususkan untuk mobile vaksin akan mulai pada tanggal 19-28 Februari 2022, ada juga bantuan dari tim vaksinator provinsi mulai 21-28 Februari, namun akan melakukan vaksin secara terpusat tidak door to door yang akan dibantu oleh kepala desa dan lurah.
Serta bantuan tim vaksinator dari kampus IPDN dan Lantamal yang akan melakukan vaksin pada 26-27 Januari secara terpusat dibantu oleh Dinas kesehatan.
Editor: Azhar



