MANIFESTO, MAKASSAR – Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar terus memacu ekspor porang di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Salah satu yang menjadi atensi adalah Kabupaten Sinjai, mengingat daerah tersebut merupakan penyumbang komoditas porang terbesar kedua setelah Kabupaten Gowa.
Salah satu upaya Karantina Pertanian Makassar mengakselerasi ekspor porang di Sinjai yakni dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek), Kamis (20/11/2022). Kegiatan tersebut diikuti oleh para penyuluh pertanian dan para petani porang di Bumi Panrita Kitta. Istimewanya lagi, Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa turut hadir.
Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir, menjelaskan pelaksanaan bimtek ini merupakan bentuk dukungan pihaknya dalam mendukung percepatan ekspor porang di Sinjai. Hal ini juga sejalan dengan program Kementrian Pertanian (Kementan) yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).
“Karantina Pertanian Makassar terus melakukan penguatan layanan dan akselerasi ekspor melalui pelayanan karantina, yaitu penguatan laboratorium, pemenuhan sarana layanan khususnya di daerah sentra produksi dan wilayah kerja, serta terus melaksanakan bimtek dan pendampingan kepada petani dan para pelaku ekspor komoditas pertanian (klinik ekspor)”, ungkap mantan Kepala Inspektorat Sulsel itu.
Menurut dia, lewat pelaksanaan bimtek, pihaknya berharap para penyuluh pertanian dan petani di Sinjai mendapatkan informasi mengenai budidaya porang. Dengan begitu, produktivitas komoditas tersebut meningkat dan ekspor pun demikian.
“Harapan kami kepada peserta bimtek hari ini, bisa mengikuti dengan baik dan mendapatkan informasi yang bermanfaat untuk usaha taninya, dan budidaya porang di kabupaten sinjai semakin meningkat,” tutur dia.
Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan bimtek yang digelar Karantina Pertanian Makassar. Menurutnya, hal ini menandakan bahwa Kabupaten Sinjai mempunyai potensi besar dalam pengembangan usaha dan ekspor porang.
“Bimbingan teknis ini merupakan pertanda terbukanya peluang besar pasar dan ekspor porang di Sinjai. Diharapkan hal ini dapat dimanfaatkan untuk dapat memberi nilai tambah pendapatan kepada para petani di Kabupaten Sinjai,” katanya.
Komoditas porang ini sendiri bukan merupakan komoditas baru di Kabupaten Sinjai. Diharapkan ke depannya porang dapat menjadi komoditas yang potensial dan memberi lahan ekonomi baru bagi para petani di Sinjai.
Adapun pelaksanaan bimtek akselerasi ekspor porang di Sinjai menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya yakni Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Sulsel Syamsuddin, Kasi Akabi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulsel Moch Kamrah, dan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sinjai Kamaruddin.
Editor: Azhar



