Cuaca Ekstrem, Penumpang Kapal Pelabuhan Makassar Diimbau Selalu Siaga dan Waspada

MANIFESTO, MAKASSAR – Cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah Indonesia, termasuk Kota Makassar, dalam beberapa hari terakhir berpotensi berdampak pada berbagai aktivitas, terkhusus pelayaran. Untuk itu, manajemen PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo Regional 4 Makassar mengimbau tidak hanya jajarannya, tetapi juga penumpang kapal untuk selalu siaga dan waspada.

General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Suhadi Hamid, menjelaskan imbauan kesiapsiagaan dan kewaspadaan penting mengingat penggunaan moda transportasi laut cukup tinggi seusai liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pelabuhan Makassar menjadi salah satu pelabuhan yang cukup padat melayani aktivitas pelayaran tatkala momen hari besar, seperti Nataru.

Bacaan Lainnya

“Saat ini khusus di Pelabuhan Makassar masih cukup ramai, terutama oleh para pemudik yang baru selesai libur Nataru. Melihat kondisi cuaca yang cukup ekstrem akhir-akhir ini, saya mengimbau kepada seluruh penumpang kapal untuk waspada dan juga selalu memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” kata Suhadi, dalam keterangan pers, Minggu (8/1/2023).

Imbauan serupa senantiasa disampaikan kepada petugas di lapangan. Suhadi menyebut para petugas di lapangan harus selalu siaga dan waspada terhadap kondisi cuaca saat ini yang cukup ekstrem. “Selalu gunakan Alat Pelindung Diri (APD) terutama jika sedang bertugas,” tegasnya.

Suhadi menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Makassar, Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, PT Pelayaran Indonesia (Pelni), Kantor Distrik Navigasi Kelas I Makassar, Polres Pelabuhan Makassar, dan Badan SAR Nasional atau BASARNAS, untuk bersama-sama mengantispasi kondisi atau situasi yang tidak diinginkan.

Sekadar diketahui, BMKG sebelumnya telah memberikan penyampaian bahwa cuaca ekstrem kali ini, salah satunya ditandai dengan tingginya curah hujan. BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai dampak dari potensi cuaca ekstrem ini, yaitu adanya potensi bencana hidrometeorologis, yaitu suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi).

Dalam rilisnya, BMKG memberi peringatan dini cuaca ekstrem, di mana hujan lebat berpotensi akan menerjang wilayah Sulsel selama sepekan. “Prakiraan tanggal 3-9 Januari 2023, hujan dengan intensitas lebat yang cenderung pada dini hari sampai pagi hari berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, dikutip dalam keterangan resminya, awal Januari lalu.

Irwan menjelaskan pemicu cuaca ekstrem yaitu dinamika atmosfer terkini menunjukkan indikasi adanya potensi peningkatan curah hujan di Sulsel. Ex-Siklon tropis Ellie terpantau masih berada di Australia bagian barat, mampu meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di sepanjang daerah menuju pusat tekanan.

“Terdapat pertemuan arus angin (konvergensi) di sekitar Sulawesi Selatan menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Model cuaca menunjukkan kelembapan udara lapisan atas hingga ketinggian 700 mb dalam kondisi basah berkisar 70-100 persen,” urai Irwan.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di wilayah Sulsel bagian barat dan tengah. BMKG juga memperingatkan adanya potensi angin kencang di Sulsel bagian barat dan selatan. “Masyarakat diimbau agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan,” tukasnya.

Editor: Azhar

Pos terkait