MANIFESTO, MAKASSAR – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali membangun gedung pelayanan dan penunjang Tuberkulosis (TBC) paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar.
Gedung baru yang dimanfaatkan sejak Februari 2023 ini, sudah melayani pasien. Tercatat pasien yang telah di rawat hingga Agustus lalu, jumlahnya sekitar 305 atau rata-rata 35 hingga 40 pasien perbulan.
Kepala Tim Kerja (Timker) Pelayanan BBPKM Makassar, dr Puji Astuti mengatakan, gedung baru TBC ini dibangun untuk mempermudah akses layanan paru bagi masyarakat.
“Gedung baru ini menjadi pelayanan rawat inap TBC terpadu, khusus melayani pasien TBC dan pemusatan pelayanan serta pengendalian infeksi nosokomial yang didapatkan akibat perawatan,” kata dr Puji yang disampaikan, pada Senin (18/9/2023).
Puji menambahkan, selain perawatan, juga adanya penambahan area parkir bagi pasien, pengunjung pasien maupun pegawai BBKPM Makassar yang lebih luas, dibandingkan area parkir di bagian depan gedung balai.
“Gedung baru ini dilengkapi fasilitas termasuk parkiran yang lebih luas untuk memberikan akses layanan pasien rawat jalan maupun inap dan IGD,” katanya.
Diketahui, pemerintah saat ini terus berupaya mempercepat eliminasi penyakit tuberkulosis dengan melalui berbagai langkah, mulai dari deteksi, pengobatan, pemberian vaksin hingga peningkatan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pemerintah pusat, Sulawesi Selatan ditargetkan memiliki beban TBC 30.985 kasus pada 2023. Makanya, untuk mencapai itu, Kemenkes menggenjot dengan meningkatkan akses layanan kepada masyarakat, khususnya pengidap TBC paru.
Editor: Azhar


