MANIFESTO, MAKASSAR– Kasus kematian Dosen Unibos Arifuddin Mane yang mayatnya ditemukan terapung di laut dekat Dermaga Kayu Bangkoa, Kota Makassar, menuai tanda tanya lantaran adanya sejumlah kejanggalan.
Beberapa kejanggalan dalam kasus kematian Arifuddin Mane, salah satunya yakni terdapat sejumlah luka di tubuh dosen Unibos itu saat jasadnya ditemukan.
Selain itu, ketika ditemukan oleh warga setempat, jasad almarhum dalam kondisi leher terikat pelampung.
Tak hanya itu, kabar yang menyebut almarhum diduga meninggal karena tenggelam juga diragukan. Pasalnya, Arifuddin Mane diketahui sudah sering melakukan terapi berenang secara rutin selama 2 tahun lamanya.
Sejumlah kejanggalan tersebut terungkap dari hasil identifikasi awal Tim Inafis Polrestabes Makassar, dan kesaksian warga sekitar di lokasi kejadian (TKP).
Terkait sejumlah kejanggalan tersebut, Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih sementara menyelidiki penyebab kematian almarhum.
“Masih dalam proses penyelidikan, motif dan penyebab kematiannya,” ujar Wahid saat dikonfirmasi wartawan, Minggu, 8 Oktober 2023.
Sebelumnya diberitakan, Dosen Universitas Bosowa (Unibos) Arifuddin Mane ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di perairan laut di sekitar Dermaga Kayu Bangkoa, Jl Pasar Ikan, Kota Makassar pada Sabtu, 7 Oktober 2023.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima awak media, pihak Polsek Ujung Pandang membeberkan kronologi penemuan jasad almarhum Arifuddin Mane.
Dalam laporan tertulis itu disebutkan, mayat Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unibos tersebut ditemukan sekitar pukul 14.10 Wita dalam kondisi terapung di laut dekat Dermaga Kayu Bangkoa.
“Pada hari Sabtu Tanggal 07 Oktober 2023 sekitar Pukul 14.10 Wita, Personil Penjagaan Polsek Ujung Pandang menerima Telepon dari warga bahwa ada mayat terapung di dekat Peyebrangan Kayu Bangkoa Jl. Pasar Ikan Kel. Bulogading Kec. Ujung Pandang Kota Makassar. Mendengar informasi tersebut Piket Fungsi dan personil Polsek Ujung Pandang dipimpin Oleh Pawas Iptu Marthen Bunga segera menuju TKP,” demikian keterangan tertulis pihak Polsek Ujung Pandang, dikutip terkini.id pada Sabtu, 7 Oktober 2023.
“Selanjutnya pada sekitar pukul 14.30 Wita, personil Polsek Ujung Pandang bersama Personil Airud Polda Sulsel mengevakuasi mayat ke pinggir laut menggunakan perahu warga sambil menunggu Tim Inafis Polrestabes Makassar,” tambahnya.
Tim Inafis Polrestabes Makassar yang dipimpin oleh Aipda Harianto tiba di TKP pada pukul 14.45 Wita. Tim pun langsung melakukan identifikasi terhadap mayat almarhum.
Dari hasil identifikasi, Tim Inafis menemukan adanya luka lecet di tangan sebelah kanan almarhum dan luka di bagian dahi.
Selain kejanggalan terkait adanya sejumlah luka di tubuh almarhum tersebut, juga diketahui informasi bahwa jasad Arifuddin Mane ditemukan dalam kondisi terikat oleh pelampung.
Informasi itu diungkapkan oleh saksi mata yang menemukan mayat almarhum, yakni Kartono Alias Bojes (32 Thn) dan Dedi (29 Thn).
Menurut keterangan kedua saksi, awalnya saat mereka berada di dermaga Kayu Bangkoa, keduanya melihat ada pelampung berwarna biru sementara terapung di dekat Dermaga.
“Kemudian kedua saksi mendekati pelampung tersebut dengan menggunakan perahu, namun saat mau diangkat pelampung tersebut, kedua saksi melihat ada jasad manusia yang terikat di pelampung tersebut,” ungkap keterangan Polsek Ujung Pandang.
Sementara saksi lainnya, yakni Sulkifli (41 Thn) yang merupakan tukang parkir di sekitar TKP mengatakan bahwa almarhum sudah 2 tahun lamanya rutin menjalani terapi berenang di sekitar Dermaga Kayu Bangkoa tersebut.
Sulkifli pun mengaku, sempat melihat almarhum tiba di parkiran sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan motor Aerox warna putih.
“Selanjutnya setelah Almarhum memarkir motornya, Almarhum langsung melakukan Terapi berenang yang selama ini sudah dilaksanakan sekitar 2 Tahun lamanya, selanjutnya saksi tidak melihat lagi Almarhum hingga Personil Polsek Ujung Pandang mendatangi saksi,” ungkap Polsek Ujung Pandang mengutip keterangan saksi Sulkifli.
Dalam video amatir yang beredar, juga terdengar suara kesaksian warga melihat leher almarhum Arifuddin Mane dalam kondisi terikat tali pelampung saat ditemukan.
“Tassikko kallonna ri palampunga (terikat lehernya di pelampung),” kata warga dalam video itu.
Sampai saat ini, redaksi terkini.id masih menunggu hasil penyelidikan aparat Kepolisian terkait penyebab kematian dosen Unibos Arifuddin Mane.
Editor: Azhar



