MANIFESTO, MAROS- Polisi belum berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuh ayah-anak secara sadis di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Meski polisi telah bekerja selama tiga hari pasca kejadian.
Ciri-ciri pelaku sudah diketahui oleh aparat Kepolisian. Kasus pembunuhan ayah-anak di Maros tersebut diketahui terjadi pada 6 Desember 2023 lalu, sekitar pukul 04.30 Wita dini hari.
Namun, hingga Sabtu 9 Desember 2023, pelaku belum juga berhasil ditangkap. Pelakunya masih berkeliaran.
Kedua korban diketahui bernama Makmur (53) dan Abdillah Makmur (27). Keduanya ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di dalam ruko tempat tinggal korban yang berlokasi di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale.
Kapolres Maros AKBP Awaluddin mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Pihaknya pun mengaku sudah mengantongi ciri-ciri fisik pelaku, yakni bertubuh kurus, mata melotot, dan hidung mancung.
“Ciri-ciri pelaku kurus, tingginya kurang tau, mungkin sekitar 150-160 cm, terus matanya itu kaya melotot, hidungnya mancung sedikit seperti runcing,” kata Awaluddin kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Awaluddin meminta meminta doa kepada masyarakat Maros agar bisa secepatnya menangkap pelaku pembunuh ayah-anak itu.
“Kami memohon seluruh masyarakat kabupaten Maros doakan kami para penyidik kami akan segera menangkap pelakunya,” ucapnya.
Adapun saksi dalam kasus tersebut yakni anak perempuan korban, Uswatun dan anak bungsu korban, AN.
Berdasarkan pengakuan AN, pelaku sempat menodong ibunya atau istri korban saat masuk ke dalam kamar orang tuanya.
Pelaku, kata AN, juga mengambil sejumlah uang dan mengacak-acak lemari di dalam kamar orang tuanya itu.
“Ibu bilang tadi pelakunya masuk ke kamar ibu saya. Pelaku masuk bawa mirip obeng nodongin dari jauh pelaku mutarin kamar. Dia mungkin cek apakah bisa keluar dari situ. Setelah itu dia ambil uang ratusan ribu, buka lemari bagian kanan ngacak baju mama bapak,” ungkap AN, dikutip dari detikcom, pada Rabu 6 Desember 2023, lalu.
Sedangkan saksi lainnya, yakni Uswatun mengaku sempat melihat ayah dan kakaknya itu sedang berduel dengan seorang pria yang tak dikenalnya. Dia pun lalu berteriak histeris.
Menurut Uswatun, ayahnya sempat berteriak memintanya untuk tidak turun dari tangga dan segera bersembunyi.
Uswatun lalu bergegas masuk ke kamar untuk sembunyi dan kemudian menelpon keluarganya. Dia juga mengatakan sempat melihat sosok pelaku pembunuh ayah dan kakak kandungnya itu.
“Sepertinya dua lawan satu, saya kurang tahu pelaku satu orang kah (atau lebih). Saya lihat (pelaku) sendiri,” ujarnya.
Editor: Azhar


