Golkar Pertimbangkan Usung Mashur Atau Syahar di Pilkada Sidrap

Syaharuddin Alrif (putih) dan Mashur Bin Mohd Alias (kuning). (Ist)
Syaharuddin Alrif (putih) dan Mashur Bin Mohd Alias (kuning). (Ist)

MANIFESTO, MAKASSAR– Partai Golkar terus mematangkan persiapan menghadapi Pilkada serentak 27 November 2024 mendatang.

Untuk Sidrap, Golkar saat ini masih mempertimbangkan dua nama untuk diusung, yakni Sekreraris NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif atau pengusaha Mashur Bin Mohd Alias.

Bacaan Lainnya

“Golkar saat ini mempertimbangkan banyak figur, bisa saja mengusung Syahar atau Mashur di Sidrap. Dua duanya terus membangun komunikasi dengan Golkar. Awalnya kita ingin dorong Ketua Golkar Sidrap, tapi atas banyak pertimbangan, beliau juga terpilih jadi anggota DPRD Sulsel, sehingga Golkar siapkan opsi lain,” kata wakil ketua DPD I Golkar Sulsel Rahman Pina, Selasa 4 Juni 2024.

Golkar kata dia, terus memantau perkembangan sebelum memutuskan usungan. Selain berkomunikasi dengan partai lain, Rahman Pina mengaku, partainya juga melihat pergerakan hasil survey.

“Tentu ada beberapa pertimbangan sebelum Golkar memutuskan usungan, selain survey dan kesiapan kandidat, tentu komunikasi dengan partai lain karena di Sidrap kita harus berkoalisi, komunikasi ini terus dibangun pak Ketua DPD 1 dan DPP,” ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel itu.

Diketahui, Syaharuddin Alrif telah mengunci satu tiket ke Pilkada Sidrap. Pasalnya, NasDem memiliki 12 kursi dari syatat 7 kursi untuk mengusung satu pasangan calon.

Sementara, Mashur yang dikenal sebagai pengusaha sukses itu terus bergerak untuk memastikan dukungan partai politik. Mashur dikabarkan membidik Golkar, PPP, Demokrat dan PKS.

“Saya ingin head to head dengan Syahar di Pilkada Sidrap,” kata pengusaha kayu gaharu itu saat hadir fit and propper test di Demokrat Sulsel pekan lalu.

Hasil Pileg 14 Februari 2024, NasDem meraih 12 kursi, Gerindra dengan 5 kursi, PKS, Golkar, serta Demokrat masing-masing meraih 4 kursi. Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meraih 3 kursi, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 2 kursi, dan Partai Amanat Nasional (PAN) meraih 1 kursi.

Editor: Rahmat

Pos terkait