MANIFESTO, MAKASSAR- Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Makassar Arqam Azikin menyorot Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin yang akan kembali maju di Pilwali Makassar untuk kali ketiga.
Meski memiliki elektabilitas tertinggi sampai hari ini, Arqam menyebut posisi mantan Bos PSM Makassar itu masih belum aman. Elektabilitas Appi masih rawan disalip pesaing terkuatnya, Indira Yusuf Ismail.
Hal itu disampaikan Arqam Azikin dalam diskusi politik bertemakan wajah baru versus wajah lama di pusaran Pilwali Makassar di Warkop Abangda Hertasning, Makassar, Jumat 28 Juni 2024.
“Popularitas Appi sudah di angka 91 persen dengan selektabilitas lebih 30 persen, artinya popularitas sudah hampir mentok, posisinya masih sangat rawan,” kata Arqam Azikin.
“Bandingkan dengan Indira Yusuf Ismail, popularitasnya masih di kisaran 60 persen, elektabilitas di atas 10 persen, masih sangat memungkinkan untuk naik bahkan menyalip,” terang mantan aktivis mahasiswa di era 90an itu.
Jika tidak mengubah metodologi pemenangan kata Arqam, Appi bisa saja mengulang kekalahan di dua Pilwali sebelumnya. Apalagi , Walikota Makassar Danny Pomanto, suami Indira paham rumus mengalahkan Appi.
“Kalau masih seperti di Pilwali 2018 dan 2010, tidak ganti metodologi, Appi masih rawan di Pilwali Makassar, apalagi Danny Pomanto tahu rumus mengalahkam Appi,” papar Arqam.
Meski berstatus pendatang baru, Indira Yusuf Ismail bisa dikategorikan wajah baru rasa lama. Diback up Danny Pomanto dan menjabat Ketua PKK Makassar, Indira memiliki kesempatan menggunakan struktur pemerintahan untuk bersosialisasi.
Arqam juga menyebut posisi Appi untuk mendapatkan rekomendasi Golkar juga masih belum aman. Appi bisa disalip rivalnya di internal Golkar, Rahman Pina yang juga memiliki trend survey yang bagus.
“Kalau kita baca surveinya, popularitas Rahman Pina baru 32,7 persen dengan elektabilitas 4,2 persen, kalau maksimal maka bisa menembus 20 persen sampai pendaftaran di KPU,” katanya.
Arqam menegaskan, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Rahman Pina juga berpeluang mendapatkan rekomendasi Golkar di Pilwali Makassar. Apalagi, kadar kegolkaran Rahman Pina lebih kental dibandingkan Appi.
“Golkar masih diperebutkan antara Appi dan Rahman Pina, keduanya memiliki plus minus. Bisa juga tidak keduanya, tapi kalau bicara kadar kegolkaran, Rahman Pina lebih mengakar karena sudah lama di Golkar, Appi relatif baru,” terang Arqam di hadapan puluhan peserta yang didominasi jurnalis cetak dan online.
Ia menjelaskan, Rahman Pina, dua periode di DPRD Kota Makassar dan terpilih kembali di DPRD Sulsel untuk kedua kalinya lewat Partai Golkar sebagai buktinya. Appi baru tiga tahun berseragam kuning dan terpilih di DPRD Sulsel pada Pileg lalu.
“Kelebihan Appi karena punya saudara ipar (Erwin Aksa) di DPP Golkar, cuma kalau di Golkar kan banyak pintu masuk,” terang mantan aktivis Unhas di era 90-an itu.
Selain Arqam Azikin, Andi Hasri, Peneliti Smart Power Institute tampil juga sebagai pembicara. “Berdasarkan hasil survey terakhir, elektabilitas kandidat masih belum ada yang dominan, Pilwali kita pastikan bakal sengit,” kata dia.
Editor: Rahmat



