MANIFESTO, MAKASSAR– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Universitas Hasanuddin (Unhas) yang dinilainya sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) unggulan di Indonesia Timur.
Pernyataan itu disampaikan Munafri—akrab disapa Appi—saat menghadiri acara Halal Bi Halal sivitas akademika Unhas yang digelar di Unhas Hotel and Convention, Selasa (8/4/2025).
“Unhas adalah gudangnya orang-orang cerdas. Begitu saya dilantik jadi wali kota, tempat pertama yang saya datangi adalah Unhas. Kami datang meminta pertolongan,” ujar Appi yang juga merupakan alumni Fakultas Hukum Unhas.
Menurutnya, keberadaan para akademisi Unhas menjadi aset penting yang bisa dimanfaatkan untuk membenahi berbagai persoalan klasik Kota Makassar, mulai dari banjir, sampah, hingga stunting.
“Dengan banyak kepala cerdas di sini, masa kita tidak bisa menyelesaikan masalah banjir dan sampah? Masalah stunting juga bisa dituntaskan kalau kita kolaborasi,” tegasnya.
Appi kemudian mencontohkan salah satu langkah konkret yang sudah dijalankan Pemkot Makassar dalam menangani persoalan banjir. Ia menyebut tim penanganan banjir sudah mulai menunjukkan hasil positif.
“Alhamdulillah, tim banjir yang kami bentuk sudah berjalan maksimal. Ini bukti kolaborasi bisa menghasilkan perubahan,” katanya.
Tak hanya soal banjir, Appi juga menyoroti persoalan klasik lain yang kerap dikeluhkan warga, yakni maraknya juru parkir liar (jukir) di kota ini.
“Parkir ini masalah sepele tapi mengganggu. Masa di ATM juga ada tukang parkir. Harusnya ini bisa diselesaikan juga,” keluhnya.
Tak berhenti di situ, Appi bahkan menyinggung soal kebutuhan stadion yang representatif untuk PSM Makassar, yang selama ini harus menjamu lawan di Stadion BJ Habibie, Parepare.
“Masa Ustaz Das’ad harus jauh-jauh ke Parepare hanya untuk nonton bola? Saya sendiri kalau nonton malam di Parepare, baru pulang tidak ada kecelakaan di jalan, itu sudah Alhamdulillah. Perjalanan ratusan kilometer, capek,” ujarnya.
Karena itu, Appi berharap mimpi suporter PSM Makassar untuk memiliki stadion sendiri bisa segera terwujud, tentunya dengan melibatkan para ahli dan akademisi untuk melakukan kajian yang matang.
“Ke depan memang dibutuhkan kolaborasi yang kuat. Saya yakin, kalau kita jalan bersama, semua mimpi itu bisa diwujudkan,” tuturnya.
Ia pun menyinggung alasannya bersedia menjadi Ketua Ikatan Alumni (IKA) Hukum Unhas, karena ingin menjalin sinergi lebih erat antara pemerintah dan kampus.
“Semua aktivitas yang baik, kalau tidak dilandasi dengan pondasi yang kuat, tidak akan berjalan maksimal. Dan pondasi itu ya kolaborasi,” tutupnya.
Editor: Azhar



