MANIFESTO, MAKASSAR– Pemerintah Kota Makassar telah merampungkan job fit sejumlah oejabat OPD. Setelah ini, nama-nama tersebut segera dikirim ke BKN.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, proses penyelesaian nama-nama tersebut bisa rampung dengan cepat. Sehingga, jabatan tersebut bisa segera diisi pejabat definitif dan memaksimalkan kinerja yang ada.
Dia bahkan mengaku, jika memungkinkan, awal Juni sudah bisa dilakukan pelantikan pejabat yang telah usai mengikuti job fit, termasuk juga Sekda. Akan tetapi, semua bergantung dengan proses yang berjalan di BKN.
”Secepatnya ini. Mudah-mudahan awal bulan Juni sudah bisa pelantikan. Kalau bisa sama Sekda, kita maunya begitu, tetapi kan bergantung dengan hasil komunikasi kita dengan timsel,” ujarnya, Jumat, 2 Mei 2025.
Lebih lanjut orang nomor satu Kota Makassar itu mengaku, dirinya sudah menerima hasil job fit dari timsel. Kata dia, nama-nama tersebut segera dikaji dan dipelajari, sebelum akhirnya diserahkan juga ke BKN.
”Sudah ada, barusan tadi saya dilaporkan oleh timsel. Mudah-mudahan minggu depan kami mendiskusikannya lebih detail terkait itu, dan kami kirimkan ke BKN,” lanjutnya.
Dia juga mengatakan, nama-nama tersebut sudah mulai digodok. Sebab kata dia, hasil job fit sudah memberikan gambaran terkait siapa saja yang mengarah ke OPD tertentu.
”Iya, kan di situ sudah kelihatan ada yang mau ke sini, ke situ, rekomendasinya seperti apa, dalam posisi apa dan sebagainya. Sehingga ada yang direkomendasikan pindah dan direkomendasikan untuk stay,” terangnya.
Namun begitu, dia memberi gambaran terkait perombakan komposisi OPD di lingkup Pemkot Makassar. Kata dia, dari semua pejabat yang ikut job fit, hanya 15 sampai 20 persen saja yang kemungkinan tidak berpindah posisi.
”Kira-kira yang direkomendasikan untuk stay itu 15 sampai 20 persen lah. Tetapi kan kita akan melihat kembali bahwa posisi-posisi itu apakah memang layak untuk menjadi pilihan pertama stay atau tidak,” jelasnya.
Ketua Timsel Job Fit, Muhammad Idris mengatakan, hasil proses asesmen terhadap 34 calon kepala OPD telah disampaikan kepada Wali Kota Makassar. Termasuk juga profil hingga pertimbangan jabatan setiap kepala OPD.
“Kami sudah sampaikan, mana yang kami rekomendasikan, masih berikan kesempatan di OPD itu dan juga mana yang kami rekomendasi untuk bergeser. Persentasinya, sekitar 30 bertahan dan 70 persen bergeser,” ujarnya.
Mantan Sekda Sulbar itu juga menyampaikan, sejauh ini belum ada kepala OPD yang menempati jabatan sesuai rekomendasi berdasarkan asesmen. Nantinya, Wali kota yang akan menentukan pengisian jabatan.
“Belum ada pengisian jabatan eselon II hasil job fit. Kami sudah sampaikan hasilnya ke pak wali. Kami juga diminta melakukan pendalaman hasil asesmen kepada 34 OPD itu,” bebernya.
Editor: Azhar



