MANIFESTO, JAKARTA- Inter Milan baru saja merebut satu tiket ke final Liga Champion usai menyingkirkan raksasa Spanyol, Barcelona dengan agregat 7-6, Rabu 7 Mei 2025.
Menumbangkan Barcelona di semifinal mengingatkan momentum serupa musim 2009/2010.
Kala itu, Inter dan Barcelona berjumpa di semifinal. Inter memenangi leg pertama di Italia dengan skor 3-1 melalui gol-gol Wesley Sneijder, Maicon dan Diego Milito. Inter lolos ke final setelah hanya kalah 0-1 di markas Barcelona pada leg kedua.
Inter meraih titel European Cup/Liga Champions mereka yang ketiga usai memukul Bayern Munchen 2-0 lewat sepasang gol Milito di final.
Inter pun berpeluang mengulang kenangan manis itu. Inter tinggal menunggu pemenang antara PSG yang berhadapan dengan Arsenal besok pagi. PSG akan menghadapi Arsenal di leg kedua semifinal Liga Champions di kandang sendiri dengan modal keunggulan agregat 1-0.
Diketahui, Inter Milan baru saja menuntaskan laga yang akan dikenang dalam sejarah Liga Champions baru saja usai di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (7/5/2025) WIB.
Inter Milan menjamu Barcelona dalam leg kedua semifinal yang penuh drama dan adu gol, berakhir dengan skor imbang 3-3 setelah waktu normal. Laga sebelumnya di kandang Barcelona juga berakhir 3-3.
Agregat 6-6 memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu, sebelum akhirnya pemenang ditentukan melalui adu penalti yang mendebarkan.
Pertandingan dini hari tadi WIB, menyajikan tontonan kelas atas sejak menit awal. Inter Milan, yang bermain di hadapan pendukung setianya, berhasil membuka keunggulan melalui gol Lautaro Martinez pada menit 21.
Keunggulan tuan rumah semakin mantap menjelang turun minum, tepatnya di menit 45, ketika Hakan Calhanoglu berhasil menggetarkan jala gawang Barcelona.
Namun, Barcelona menunjukkan mentalitas juara di babak kedua. Barcelona bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan dalam tempo enam menit. Gol pertama tim tamu dicetak oleh Eric Garcia (54′), disusul gol dari Dani Olmo (60′) yang membuat skor menjadi 2-2.
Jual beli serangan terus terjadi di sisa waktu babak kedua. Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor imbang 2-2, Raphinha muncul sebagai penyelamat bagi Barcelona dengan golnya di menit 87, membawa tim tamu berbalik unggul 3-2. Barcelona sudah siap berpesta menyambut kemenangan.
Akan tetapi, drama belum usai. Di masa injury time, tepatnya menit 90+3, Francesco Acerbi berhasil mencetak gol penyeimbang bagi Inter Milan, memaksa skor menjadi 3-3 dan agregat sama kuat 6-6.
Dengan agregat yang masih imbang, wasit pun memutuskan untuk melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu. Ketegangan semakin terasa di setiap jengkal lapangan.
Tapi Inter akhirnya keluar sebagai pemenang setelah Davide Frattesi menjadi pembeda di laga ini. Hingga peluit panjang babak perpanjangan waktu berbunyi, skor 4-3 untuk kemenangan tuan rumah tak berubah.
Inter memastikan lolos ke final Liga Champions 2024/2025 dengan kemenangan agregat 7-6.
Editor: Azhar



