Dr. Boas Singkali Aklamasi Pimpin PIKI Sulawesi Selatan Periode 2025-2030

MANIFESTO, MAKASSAR — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Sulawesi Selatan menggelar Konferensi Daerah (Konferda) untuk memilih ketua dan pengurus baru masa bakti 2025–2030.

Bacaan Lainnya

Konferda yang berlangsung di Universitas Ciputra Makassar pada Sabtu (17/5/2025) ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI.

Dalam konferensi tersebut, Dr. Boas Singkali ditetapkan sebagai Ketua DPD PIKI Sulsel periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi.

Selain itu, Konferda juga menetapkan Yoel Belo sebagai sekretaris, serta formatur pengurus terdiri dari Sita Sabandar, Since Erna Lamba, dan Albert Palangda.

Para pengurus baru ini diharapkan segera menyusun struktur kepengurusan lengkap untuk kemudian dilantik secara resmi.

Konferda turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Kerakyatan, Since Erna Lamba, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Dalam sambutannya, Since Erna Lamba menyampaikan pesan dari Gubernur mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan PIKI Sulawesi Selatan.

“Bagimana PIKI dan pemerintah berkolaborasi dalam mengawal aktivitas dan motivasi yang menjadi komponen kekuatan bangsa, berperan sebagai motifator dan dinamisator dalam segala aspek kehidupan masyarakat,” ungkap Since Erna Lamba menyampaikan pesan Gubernur Sulsel.

Peserta Konferda terdiri dari perwakilan universitas dan perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, unsur DPP, tokoh-tokoh gereja, akademisi, serta generasi muda intelektual Kristen.

Rangkaian acara diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Ketua PGIW Sulsel, Pendeta Adrie Octavianus Massie.

Diketahui, PIKI yang berdiri sejak tahun 1963 merupakan organisasi strategis yang menjadi wadah bagi kaum intelektual Kristen untuk turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

Sejalan dengan itu, diharapkan PIKI dapat turut andil dalam menjawab berbagai persoalan bangsa seperti intoleransi, degradasi demokrasi, dan persoalan ekonomi, melalui kajian-kajian akademis yang bermanfaat bagi pihak-pihak terkait. (*)

Pos terkait