Bupati Takalar Dukung Perayaan Maulid di Cikoang Lebih Mendunia

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menghadiri acara maulid Langgaraka di Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Sabtu (20/9/2025). (Ist)

MANIFESTO, TAKALAR – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye kembali menghadiri perayaan Maulid Langgaraka di Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Sabtu (20/9/2025).

Ini adalah keempat kalinya secara berturut- turut ‎Daeng Manye hadir di perayaan maulid yang telah berlangsung selama ratusan tahun itu.

‎Kehadiran Bupati disambut hangat oleh Ketua Panitia Maulid Langgaraka, AKP Andi Aldiansyah Karaeng Baso.

‎Turut hadir dalam acara ini Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman serta Dandim 1426 Takalar Letkol Infanteri Faizal Amin.

‎Daeng Manye dalam sambutannya menyebut Maulid Cikoang sebagai perayaan maulid terbesar di dunia. Bahkan, katanya, tradisi ini telah dikenal hingga ke mancanegara.

‎“Maulid Cikoang sangat terkenal, bahkan masyarakat Australia pun mengenalnya. Ini membuktikan betapa kuatnya identitas budaya dan spiritual masyarakat Takalar,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

‎Daeng Manye menekankan bahwa tradisi ini menjadi penanda penting masuknya Islam ke kawasan Laikang. Identitas masyarakat pesisir, yang kala itu merupakan nelayan, terlihat dari simbol-simbol dalam tradisi ini.

‎Salah satunya adalah kehadiran kapal-kapal kecil tradisional yang disebut julung-julung. Kapal ini menjadi simbol penyebaran dakwah Islam yang dilakukan di tengah masyarakat bahari.

‎“Telur, songkolo, dan ayam juga memiliki makna khusus dalam tradisi ini,” ungkap Daeng Manye.

Bahkan, ayam sebelum dipotong telah dikarantina selama 40 hari sehingga benar- benar sehat dan bersih. ‎Tradisi Maulid Cikoang, menurutnya, tak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga berdampak ekonomi.

‎Ribuan pengunjung dan pelaku UMKM turut meramaikan desa setiap tahunnya, memberikan perputaran ekonomi bagi warga lokal.

Daeng Manye pun berjanji akan terus mendukung agar pelestarian maulid di Cikoang tetap terjaga dan makin mendunia. Untuk itu, Daeng Manye akan mendorong penataan sehingga perayaan maulid ini lebih ramai dan lebih menarik.

Swmentara itu Karaeng Baso dalam sambutannya menjelaskan bahwa Maulid Langgaraka merupakan rangkaian dari tradisi maudu di Cikoang.

‎Tradisi ini digelar sebelum puncak acara Maudu Lompoa yang akan berlangsung besok, Minggu (21/9/2025).

‎“Maulid ini diawali dengan perayaan maulid di rumah masing-masing oleh para tuang, kemudian dilanjutkan dengan Maulid Langgaraka, lalu besok kita rayakan Maudu Lompoa,” terang Karaeng Baso.

‎Maulid Cikoang sendiri merupakan warisan sejarah yang sudah berlangsung sejak masuknya Syekh Jalaluddin Al Aidid menyebarkan Islam di wilayah Kerajaan Laikang.

‎Kala itu, Kerajaan Laikang dipimpin oleh I Makkasaung Daeng Ri Langi’. Sejak saat itulah, Maulid Cikoang menjadi tradisi keagamaan yang diwariskan lintas generasi.

‎Maulid ini menjadi simbol penyatuan antara nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal masyarakat pesisir.

‎Usai acara, Bupati Takalar juga menyerahkan paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan keberkahan dari perayaan Maulid Langgaraka.

‎Dengan nuansa religius dan budaya yang kental, Maulid Langgaraka terus menjadi simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Cikoang, dan masyarakat Takalar pada umumnya.

Editor: Azhar

Pos terkait