MANIFESTO, TAKALAR – Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye menyambut kunjungan Sekretaris Menteri Koperasi Ahmad Sabadi di Desa Aeng Batu- Batu, kecamatan Galesong Utara, Selasa 23 September 2025.
Kehadiran Sesmen Koperasi itu untuk meninjau langsung perkembangan Koperasi Merah Putih (KMP) yang menjadi percontohan koperasi di Sulawesi Selatan itu.
Sesmen yang didampingi anggota Komisi VI DPR RI Ismail Bahtiar itu meninjau klinik kesehatan, gerai sembako, dan pangkalan gas yang dikelola KMP Aeng Batu- Batu.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan bahwa koperasi ini menjadi salah satu ikon penting Sulawesi Selatan sejak diluncurkan oleh Presiden. Bahkan, Takalar menjadi daerah pertama yang melengkapi administrasi pendirian Koperasi Merah Putih sehingga meraih penghargaan langsung dari Kementerian Koperasi.
“Sejak awal, koperasi ini telah diarahkan untuk mengadopsi sistem digitalisasi. Ke depan, saya optimis KMP Aeng Batu-Batu akan menjadi motor pengentasan kemiskinan di Takalar, saya optimis KMP bisa menurunkan angka kemiskinan di daerah kita ini,” ujar Daeng Manye.
Ia pun memuji gerak cepat kades Aeng Batu- Batu karena dalam waktu yang tidak lama akan kembali membangun kampung nelayan yang menjadi program unggulan Kementerian Perikanan. “Ini tentu akan menjadi contoh bagi desa- desa lain di Takalar, dan bahkan di Indonesia,” ungkap Daeng Manye.
Sementara itu, Sesmen Koperasi Ahmad Sabadi menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar. Ian pun memuji kepemimpinan Bupati tidak diragukan lagi, mengingat pengalaman sebelumnya dalam memimpin perusahaan telekomunikasi.
“Kehadiran klinik yang menghadirkan layanan dokter umum dan dokter gigi merupakan langkah nyata koperasi ini dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ini patut diapresiasi dan perlu percepatan agar koperasi desa Merah Putih bisa benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa,” jelas Ahmad Sabadi yang mengakui KMP di Aeng Batu bisa menjadi percontohan.
Lebih jauh, ia juga mengumumkan adanya program pendampingan dari Kementerian Koperasi melalui pemerintah provinsi. Karena jumlah desa di Takalar ada 86, maka tenaga pendamping minimal 8 orang.
“Tenaga pendamping ini bukan abal- abal, mereka tenaga profesional yang memang kita siapkan, gajinya juga lumayan, makanya kalau kerjanya kurang bagus laporkan dan kita ganti,” tegas Ahmad.
Sementara Kepala Desa Aeng Batu-Batu mengungkapkan, Koperasi Merah Putih mulai dibentuk sejak Maret lalu dengan jumlah anggota awal sebanyak 29 orang. Seiring berjalannya waktu, minat masyarakat terus meningkat hingga kini jumlah anggota telah mencapai 168 orang.
Editor: Azhar



