Di Gerbang Luwu, IAS Buka Fakta Sejarah dan Teguhkan Perjuangan Provinsi Luwu Raya

Ilham Arief Sirajuddin berorasi di depan warga dan mahasiswa yang menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya, Jumat 23 Januari 2026. (Ist)

MANIFESTO, LUWU — Di tengah semangat perjuangan masyarakat Luwu Raya, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) hadir dan menyampaikan orasi yang sarat makna di Gerbang Luwu, Jumat (23/1/2026).

Kehadiran IAS di lokasi tersebut berlangsung secara spontan. Dalam perjalanannya menuju Palopo untuk menghadiri sebuah agenda, IAS kebetulan melintas di Gerbang Luwu.

Bacaan Lainnya

Melihat semangat dan tekad masyarakat yang tengah menyuarakan aspirasi, ia pun didaulat untuk berhenti sejenak dan menyampaikan orasi.

Kehadirannya bukan sekadar simbol dukungan, melainkan ungkapan keterikatan sejarah dan batin terhadap tanah yang telah lama memperjuangkan lahirnya Provinsi Luwu Raya.

Dengan nada tenang namun penuh keyakinan, politisi senior Partai Golkar itu mengingatkan bahwa perjuangan ini bukanlah sesuatu yang baru.

IAS menyampaikan bahwa dirinya merupakan bagian dari 75 anggota DPR pada tahun 2000 yang menandatangani persetujuan awal untuk menggelorakan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

“Perjalanan ini panjang dan tidak selalu mudah. Ada tahapan yang sudah kita lewati bersama, ada pula tantangan yang masih harus dihadapi,” ujar IAS di hadapan peserta aksi.

IAS mengajak masyarakat untuk tidak memandang momentum ini sebagai akhir dari perjuangan.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah ikhtiar. Percaya, setiap langkah yang dijalani dengan kesungguhan akan menemukan jalannya sendiri,” tuturnya, disambut antusias warga yang hadir.

Lebih dari sekadar sikap politik, IAS menegaskan bahwa dukungannya lahir dari kedekatan emosional dengan Tanah Luwu.

Ia menyampaikan bahwa dirinya bukan orang luar dalam perjuangan ini.

“Saya bagian dari keluarga besar Luwu Raya. Istri saya berasal dari Malangke. Maka apa yang saya sampaikan hari ini adalah panggilan hati,” ucapnya.

Menutup orasinya, IAS menyampaikan harapan agar suara dan semangat masyarakat Luwu Raya terus dijaga dengan cara yang damai, konsisten, dan bermartabat.

Ia meyakini, perjuangan yang dirawat dengan kesabaran dan kebersamaan akan sampai pada tujuan yang dicita-citakan bersama.

“Jangan pernah lelah berharap. Perjuangan ini adalah tentang masa depan generasi Luwu Raya,” pungkasnya.

Editor: Azhar

Pos terkait