MAKASSAR – Ketua DPD Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menegaskan hasil evaluasi roadshow DPD Golkar Sulsel ke 23 DPD II Se-Sulsel (-Selayar–red) menjadi salah satu barometer untuk menetapkan penggantian kepengurusan.
Hal ini ditegaskan IAS usai menyerahkan SK Plt Ketua Golkar Maros dan Bone di Kantor Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, Makassar, Jumat siang, 25 September 2026.
“Jadi, alasan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) bukan sekadar karena periodesasi kepengurusan yang sudah habis. Dalam pertimbangan mendesak atau tidak ditetapkan Plt, juga merujuk pada evaluasi hasil roadshow yang sudah kami lakukan ke 23 kabupaten kota,” terang IAS didampingi Sekretaris Rahman Pina dan Bendahara Golkar Sulsel Amirullah Nur Saenong.
Sejumlah kriteria substansi evaluasi pada roadshow itu di antaranya keseriusan menggalang konsolidasi di level DPD II. “Jujur saja, setelah keliling DPD II, terlihat jelas siapa saja pimpinan yang betul-betul serius dan bersungguh-sungguh dan juga setengah hati. Semua itu akan jadi pertimbangan,” pungkas IAS.
Wali Kota Makassar 2004-2014 itu baru saja menyerahkan tampuk kepemimpinan Golkar Bone kepada Irwandi Burhan dan Golkar Maros kepada Andi Patarai Amir.
Alasannya, selain karena keduanya berstatus pengurus DPD Golkar Sulsel, mereka juga diyakini paham kondisi internal Golkar Bone.
“Yang pertama, penunjukan PLT itu adalah pengurus DPD I. Jadi, berdasarkan aturan organisasi, orang yang di-PLT-kan adalah pengurus DPD I. Pak Pattarai dan Pak Irawan Irianto ini adalah pengurus DPD I. Itu alasan utamanya,” ujar IAS, di sela-sela penyerahan SK Plt, di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Makassar, Jumat 25 September 2026.
Selain faktor administratif dan aturan partai, IAS menegaskan kriteria penting lainnya adalah pemahaman para kader terhadap kearifan lokal serta dinamika wilayah setempat.
“Yang kedua, kita melihat orang yang paham tentang karakter wilayah. Jangan sampai kita menunjuk orang yang tidak paham karakternya. Pak Irwandi ini adalah Wakil Ketua DPRD dan mantan Ketua DPRD, wilayahnya di Bone. Demikian juga Pak Pattarai, beliau mantan Ketua. Jadi dalam melakukan konsolidasi internal, ini bukanlah persoalan yang terlalu sulit untuk dihadapi,” lanjut IAS didampingi Sekretaris Golkar Sulsel, Rahman Pina dan Bendahara Amirullah Nur Saenong.
Patarai dan Irwandi sama-sama pernah menjadi anggota DPRD. Bahkan pernah memimpin lembaga legislatif tersebut.
Sebelumnya, Maros dipimpin Hj Suhartina Bohari, Sementara Bone dipimpin Andi Fahsar M Padjalangi.
Suhartina mundur beberapa waktu lalu. Ia mundur jelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.
Sementara Andi Fahsar mendapat penugasan sebagai Kepala Badan Pengawas Bulog.
IAS mengamini penunjukan Plt merespon pengunduran diri ketua dua wilayah itu. Meskipun, ia juga menyadari, periode semua kabupaten/kota di Sulsel sudah berakhir.
“Kita lakukan bertahap,” kata IAS kepada wartawan di Kantor Golkar Sulsel, Jumat 25 September 2026.
IAS menegaskan, tugas Plt adalah mempersiapkan Musda. Karena itu, akan berakhir setelah ada ketua terpilih secara defenitif.
Rencananya, lanjut IAS musda kabupaten/kota mulai digelar awal November. Ia yakin, waktu dua bulan, musda 24 kabupaten/kota bisa tuntas.
“Saat ini, survei calon sedang berjalan,” ungkapnya.
Terpisah, Sekretaris DPD Partai Golkar Sulsel, Rahman Pina meminta Plt segera bekerja.
“Selamat menjalankan tugas melakukan konsolidasi,” ujar Rahman Pina yang juga pimpinan DPRD Sulsel.
Editor: Azhar


