TAKALAR — Suasana santai menyelimuti salah satu kedai jagung rebus di sepanjang Poros Takalar-Jeneponto.
Diiringi aroma khas jagung rebus yang hangat, Ketua Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) tampak akrab berdiskusi dengan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Pertenuan dua tokoh ini berlangsung hangat menjelang musda Golkar Takalar. Apalagi IAS saat ini sedang mencari pengganti Zulkarnain Arieg yang bisa membawa Golkar lebih berjaya di Takalar. IAS ditemani Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Lukman B. Kady dan Ketua Fraksi Golkar Takalar Mansyur Salam dalam bincang santai dengan Dg Manye.
Sayangnya kedua belah pihak menampik jika pertemuan itu tak terkait politik dan suksesi kepemimpinan Golkar Takalar. IAS mengaku perbincangannya dengan Dg Manye hanya seputar
pentingnya peran seorang kepala daerah dalam membaca peluang pasar dan menarik investasi luar.
Menurutnya, sebuah daerah akan lambat berkembang jika hanya bertumpu pada pendapatan sektor riil semata. Sektor riil adalah bagian dari perekonomian yang berfokus pada produksi, distribusi, dan konsumsi barang serta jasa secara nyata.
Contoh sederhananya meliputi aktivitas pertanian, perkebunan, manufaktur, perdagangan di pasar, hingga usaha mikro (UMKM).
Sektor ini sangat penting karena menyerap tenaga kerja secara langsung dan menghasilkan produk fisik (seperti komoditas jagung).
Namun, jika pembangunan daerah hanya bergantung pada transaksi harian sektor riil tanpa suntikan investasi berskala besar, pertumbuhan ekonomi daerah akan cenderung lambat dan terbatas pada kapasitas lokal saja.
Merespons hal tersebut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye membeberkan langkah inovatifnya dalam mengolah potensi lokal.
Takalar yang dikenal sebagai salah satu lumbung jagung kini tak lagi sekadar menjual hasil panen mentah, melainkan melangkah ke industri pengolahan modern.
Dg Manye mengungkapkan bahwa dirinya telah berhasil menggaet investor asal Tiongkok untuk membangun pabrik pengolahan jagung modern di Takalar.
“Investornya dari Cina. Mulai dari pengelupasan, pemasakan, hingga pengemasan seluruhnya menggunakan teknologi mesin. Nanti ada pilihan kemasan isi tiga dan lima biji,” jelas Dg Manye sembari memperlihatkan desain gerai modern yang akan segera beroperasi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Langkah ini diambil bukan semata-mata untuk menggenjot roda ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai strategi promosi daerah.
Dengan kemasan yang higienis dan siap santap, jagung rebus khas Takalar kini siap menjadi buah tangan premium bagi para wisatawan maupun pengguna moda transportasi udara.
“Sekarang sejumlah gerai sudah siap diluncurkan di bandara. Jadi, siapa pun yang ingin membawa oleh-oleh jagung khas Takalar yang siap santap, tidak akan kesulitan lagi,” tambahnya.
Mendengar terobosan tersebut, IAS memberikan apresiasinya. Ia menilai kepemimpinan yang adaptif dan kaya inovasi seperti inilah yang dibutuhkan untuk meretas keterbatasan anggaran daerah.
“Kepala daerah yang mampu berinovasi dan jeli menggaet investor seperti ini tidak akan kesulitan dalam membangun daerahnya,” puji IAS menutup perbincangan.
Persinggahan IAS di Takalar dilakukan dalam perjalanan kembali menuju Makassar usai merampungkan rangkaian roadshow dan konsolidasi partai di Kabupaten Kepulauan Selayar pada 2–3 Oktober 2026.
Selama dua hari di Kepulauan Selayar, mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut memimpin sejumlah agenda strategis. Selain menggelar rapat konsolidasi internal bersama pengurus DPD II Golkar Selayar, IAS juga menginstruksikan seluruh anggota Fraksi Golkar DPRD provinsi maupun kabupaten untuk mengawal dan memaksimalkan potensi pariwisata daerah.
Tak hanya agenda politik, rombongan Golkar Sulsel juga menggelar aksi kepedulian sosial berupa bakti sosial kesehatan yang menyasar hingga 200 warga setempat. Sekaligus, ziarah kubur salah satu pejuang Golkar, Andi Ince Langke.
Rangkaian kegiatan di Selayar tersebut menjadi penutup dari roadshow konsolidasi pengurus DPD I Golkar Sulsel sebelum berlanjut pada persiapan persiapan Musda kabupaten/kota. (*)
Editor: Azhar


