MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memutuskan mengundurkan diri dari Partai Golkar. Kepastian itu didapat usai ia menemui Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di kediaman pribadi IAS, Batu Putih, Makassar, Senin (5/10/2026) pagi.
Munafri yang akrab disapa Appi datang mengenakan kemeja putih. Pertemuan berlangsung singkat, hanya sekitar 25 menit. Dalam pertemuan tersebut, Appi pamit sekaligus menyerahkan langsung surat pengunduran dirinya kepada IAS.
Turut hadir dalam pertemuan itu Wakil Bupati Soppeng yang juga Ketua Bappilu Demokrat Sulsel Selle KS Dalle, serta fungsionaris Golkar Makassar Muh Nur Alamsyah. Seusai pertemuan, IAS dikabarkan langsung bertolak ke Jakarta untuk menemui Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.
Isu hengkangnya Appi dari Golkar memang sudah lama berhembus pasca gagalnya Appi dalam bursa Ketua Golkar Sulsel. Keputusan Appi meninggalkan Golkar hanya berselang dua hari pasca pertemuannya dengan Sekretaris Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng di Makassar.
Appi nampaknya sudah bulat bergabung dengan Partai Demokrat. Apalagi dalam waktu dekat Demokrat Sulsel akan menggelar Musda untuk memilih ketua baru. DPP Demokrat dikabarkan telah memberikan karpet merah bagi Appi untuk menakhodai partai berlambang mercy itu di Sulsel.
Kepindahan Appi merupakan kerugian besar bagi Golkar. Apalagi orang nomor satu di Makassar itu termasuk kader yang sarat prestasi.
Appi bergabung dengan Partai Golkar sejak 2020. Pada Musda 2021, ia ditetapkan sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar menggantikan Farouk M Betta.
Di bawah kepemimpinannya, Golkar Makassar mencatatkan prestasi. Pada Pileg DPRD Kota Makassar 2024, Golkar meraih 97.209 suara, mengungguli NasDem yang memperoleh 94.756 suara. Kursi Golkar di DPRD Makassar juga naik dari 5 menjadi 6 kursi, menjadi peraih kursi terbanyak kedua di bawah NasDem dengan 8 kursi.
Di tingkat provinsi, Appi bahkan terpilih sebagai anggota DPRD Sulsel dari Dapil Makassar A dengan 29.802 suara sah, mengalahkan Kadir Halid. Namun setelah itu, ia memutuskan mundur sebelum dilantik dan kursinya digantikan oleh Kadir Halid.
Puncaknya di Pilkada Makassar 2024, Appi berhasil memutus rekor 15 tahun kekalahan Golkar. Terakhir kali Beringin menang di Pilkada Makassar adalah pada 2009, sebelum akhirnya kembali menang lewat Appi.
*Editor: Azhar*


