Voxpol Center Ungkap Jokowi Berpotensi Besar Kalah di Pilpres

MANIFESTO.com, JAKARTA- Voxpol Center Research and Consulting mengungkap jika Jokowi- Ma’ruf Amin berpotensi dikalahkan di Pilpres 17 April 2019 mendatang.
Itu terungkap dalam rilis hasil survei elektabilitas Voxpol Center pada H-8 pelaksanaan Pilpres 2019. Hasilnya pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul tipis 5,5% dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Dengan hasil itu, Prabowo- Sandi dinilai bisa membalikkan keadaan di delapan hari tersisa. Apalagi, pemilih yang belum menentukan pilihan masih cukup tinggi.
Survei Voxpol Center ini dilakukan pada 18 Maret-1 April 2019. Pengambilan data dilakukan dengan multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar +/- 2,45% dan tingkat kepercayaan 95%.

Survei diambil dengan metode wawancara secara tatap muka. Sebanyak 1.600 responden terlibat dalam survei ini dengan cakupan wilayah sampel 34 provinsi di Indonesia. Pembagian jumlah responden pun dibagi secara berimbang antara perempuan dan laki-laki, yaitu 50:50.

Bacaan Lainnya

Hasil survei menyatakan pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat suara 48,8%sedangkan Prabowo-Sandi 43,3%. Sementara undecided voters 7,9%. Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan elektabilitas tersebut dihasilkan secara tertutup menggunakan simulasi surat suara.

“Kalau kita tanya langsung tanpa surat suara itu hasilnya Jokowi-Ma’ruf mendapat 46,8% sedangkan Prabowo-Sandi 39,7% dan undecided voters 13,5%, walau tetap saja Jokowi masih unggul,” ujarnya dalam rilis survei di Gado-Gado Boplo, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat dikutip dari Detik.com, Selasa (9/5/2019).

Pangi menilai Jokowi-Ma’ruf cenderung menurun dibanding dengan survei yang dilakukan sebelumnya. Lalu sebaliknya, ia mengatakan tren pemilih Prabowo-Sandi saat ini sedikit meningkat.

“Pak Jokowi itu cenderung stagnan, kali ini kalau kita lihat trennya itu turun, tapi kalau kita bicara di atas kertas itu Pak Jokowi masih unggul. Kalau bicara tren memang trennya Pak Prabowo lebih baik,” ucapnya.

Kedua pasangan capres-cawapres, jelas Pangi, masih dapat merebut undecided voters yang terbilang masih cukup banyak. Tinggal bagaimana, menurutnya, kedua pasangan capres mengambil hati masyarakat.

“Undecided voters kalau dihitung itu sekitar belasan juta ya, masih bisa keduanya merebut itu. Tapi kemudian kita lihat peta politik isu kedepan, blunder atau tidak, kemudian bagaimana untuk menyenangkan pihak mayoritas dan minoritas,” papar Pangi.

Editor: Azhar

Pos terkait