MANIFESTO.com, JAKARTA- Gelandang Manchester United, Paul Pogba telah menjadi mualaf beberapa tahun silam. Ia pun kini tengah merasakan ketenangan hati dan kenyamanan menjalani kehidupannya.
“Ini adalah perubahan yang sangat baik dalam hidup saya. Karena, saya terlahir bukan sebagai seorang muslim walau ibu saya beragama Islam,” lanjutnya.
Ketika ditanya mengenai apa alasan baginya untuk menjadi seorang muslim di usia 20-an, Pogba berkata bahwa Islam memberinya ketenangan hati.
“Jadi, saya memutuskan untuk menjadi seorang muslim dikarenakan saya memiliki banyak teman muslim. Akhirnya, saya mencoba salat satu kali bersama teman-teman. Ternyata, hati saya merasa lebih tenang,” ucap pemain berusia 26 tahun itu.
Ia melanjutkan, “Sejak saat itu, saya jadi selalu melaksanakan salat. Dalam Islam, Anda wajib salat lima kali sehari. Itu adalah pondasi dasar Islam. Tujuannya agar Anda bisa selalu mengingat Allah, memohon ampun kepada-Nya, bersyukur atas semua yang Anda miliki, dan lain-lain.”
Pogba mengatakan, Islam adalah agama yang membuka pikiran dan pribadinya menjadi lebih baik. “Setidaknya, sekarang saya menjadi seseorang yang lebih memikirkan tentang kehidupan setelah mati (akhirat),” kata dia.
Beberapa waktu yang lalu, Paul Pogba juga sempat melakukan umroh bersama pemain Everton yang juga seorang muslim, Kurt Zouma pasca berakhirnya Liga Primer Inggris 2018/19. Setelah itu, ia mengunjungi sebuah masjid di Abu Dhabi bersama keluarganya.
Editor: Azhar


