Gawat! Kadis DKP Sulsel Sebut Abrasi di Galesong Hal Biasa

MANIFESTO.com, TAKALAR- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Sulsel, Sulkaf S Latief mengatakan jika abrasi yang diakibatkan oleh tambang pasir di Perairan Galesong, Takalar adalah sesuatu yang biasa.

Hal itu disampaikan Sulkaf saat berbicara dalam workshop peningkatan sumber daya manusia di bidang perikanan yang digelar Pemkab Takalar di Permandian Sampulungan, Galesong Utara, Jumat 5 Juli 2019.

Bacaan Lainnya

“Abrasi yang terjadi di pantai itu hal yang biasa, tidak mesti terlalu diributkan,” kata Sulkaf di depan Ketua PKK Sulsel Liestiaty F Nurdin, Bupati Takalar Syamsari, dan puluhan peserta workshop.

Abrasi dalam dua tahun terakhir terjadi di beberapa titik di Pantai Galesong yang diduga akibat tambang pasir yang dipergunakan untuk menimbun CPI Makassar. Bahkan abrasi di beberapa titik sudah tergolong parah karena menggerus wilayah pemukiman dan pemakaman.

Pernyataan Kadis DKP Sulsel itu mengundang kecaman dari aktivis lingkungan di Takalar. Aktivis lingkungan Aristo Syafar mengatakan, jika pernyataan Kepala DKP Sulsel itu meresahkan warga Takalar. Pernyataan itu dinilai menyakiti perasaan korban abrasi di sejumlah titik di Takalar.

“Tak pantaslah itu diucapkan oleh seorang pejabat, pernyataan itu tidak menghargai perasaan korban abrasi,” kata Syafar.

Editor: Azhar

Pos terkait