MANIFESTO.com, TAKALAR- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar mendapat pujian terkait rencana pembentukan Pansus Perusda di akhir masa jabatan.
Semua fraksi telah bersepakat membentuk Pansus meski masa jabatan anggota DPRD Takalar kurang dari satu bulan. Dewan menggagas Pansus Perusda karena ingin melacak penggunaan anggaran yang telah dialokasikan untuk Perusda Takalar.
“Kita sangat salut dan apresiasi dengan gairah anggota dewan kita yang meski tinggal sebulan menjabat tetap bersemangat menggagas Pansus Perusda, kita tunggu kelanjutannya,” kata Ketua Hipermata Komisariat Universitas Muhammadiyah Nur Alim Syarif kepada Manifesto, Jumat 26 Juli 2019.
Ia mengatakan, semangat legislator Takalar sangat berbeda dengan sikap anggota dewan di daerah lain. Di daerah lain, legislator sibuk melakukan kunjungan keluar daerah dan larut dengan aktivitas yang bisa mempertebal “dompet” di akhir masa jabatan.
Apalagi mereka baru saja menghabiskan dana besar di Pemilu 2019. Informasi yang dihimpun menyebutkan jika banyak caleg petahana yang merogoh kocek hingga menyentuh angka miliaran rupiah.
“Kalau daerah lain, anggota dewannya sibuk memaksimalkan kegiatan yang memberikan keuntungan secara pribadi di akhir masa jabatan, terlebih yang tidak terpilih lagi karena kita maklum mereka habis- habisan di Pileg tiga bulan lalu, ini Takalar beda,” kata Alim.
Hanya saja, Alim tetap mengingatkan agar dewan tidak melupakan tagihan yang harus dikembalikan berdasarkan temuan BPK. Ia mengatakan, jika hal itu tidak diselesaikan maka bisa berakibat buruk bagi dewan.
“Kita tunggu pembentukan dan kinerja Pansus Perusda, tapi jangan lupa juga agar temuan BPK diselesaikan, ini untuk kebaikan anggota dewan juga,” terang mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Unismuh itu.
Editor: Azhar


