Realisasikan Program Sapi, Gerindra Takalar Anggap Syamsari Penuhi Janjinya

MANIFESTO.ID, TAKALAR- Bupati Takalar Syamsari Kitta perlahan merealisasikan janji politiknya membagikan sapi kepada warga kurang mampu.

Untuk pekan ini, Pemkab Takalar telah membagikan ratusan sapi kepada warga yang tersebar di semua kecamatan. Sampai akhir tahun, Pemkab Takalar akan membagikan lebih 3000 sapi.

Bacaan Lainnya

Atas pencapaian program unggulan Bupati Takalar itu, Ketua DPC Gerindra Takalar Indar Jaya mengapresiasi. Menurutnya, realisasi program itu menjadi indikator jika Syamsari Kitta adalah pemimpin yang komitmen atas janjinya.

“Dengan terealisasi program ini maka P22 yg sudah menjadi RPJMD berjalan sesuai harapan, ini membuktikan pemerintahan Pak Syamsari bersama Ajji De’de  komitmen atas janjinya,” kata Indar kepada wartawan, Selasa 10 September 2019.

Legislator tiga periode itu pun mengatakan, jika pembagian sapi itu akan berpengaruh secara signifikan terhadap kesejahteraan rakyat. Hanya saja, pihaknya akan terus mengawal sehingga sapi yang sudah berada di tangan kelompok tani tidak disalahgunakan.

“Kalau hal baik dan untuk kemakmuran rakyat maka kita mesti dukung dan saya mengajak semua pihak untuk mengawal program ini sehingga bisa betul- betul sesuai perencanaan,” kata politisi yang dikenal ramah itu.

Ia pun mengapresiasi Syamsari yang mampu menggaet investor untuk membangun kawasan industri di Mangarabombang. Apalagi perkembangan kemajuan pembangunan kawasan industri sangat cepat.

“Tidak gampang meyakinkan dan mendatangkan investor untuk membangun di Takalar dengan nilai triliunan, saya kira membangun kawasan industri adalah sebuah prestasi yang pantas dibanggakan,” terang Indar.

Di tempat terpisah, Bupati Takalar Syamsari mengaku, program sapi ini sangat dinantikan oleh warga. Bahkan, selama satu tahun lebih memimpin Butta Pangrannuangku, program sapi ini yang paling sering ditagih.

Padahal merealisasikan program ini kata Syamsari, tak semudah membalikkan telapak tangan. “Program sapi ini baru kita bisa realisasikan di tahun kedua karena di tahun pertama itukan transisi pemerintahan, sehingga mesti pembenahan dulu,” kata Syamsari.

Editor: Azhar

Pos terkait