MANIFESTO.ID, TAKALAR- Tim Verifikasi Lapangan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat tingkat nasional 2019 saat ini sedang melakukan peninjauan di Takalar.
Penilaian Kabupaten Sehat akan berlangsung selama tiga hari mulai 17-19 September 2019. Tim Verifikasi akan melakukan penilaian di sejumlah lokus yang tersebar di Kecamatan Mangarabombang, Pattalassang, Polongbangkeng Utara, dan Galesong Utara.
Kali ini, Takalar menargetkan penghargaan Swasti Sabha Wistara. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi dalam kategori Kabupaten Sehat. Dengan persiapan matang, Takalar pun berpeluang menyabet penghargaan bergengsi itu.
“Tujuan Takalar menjadi Kabupaten Sehat mutlak diperlukan karena memberikan output berupa kesehatan masyarakat yang semakin baik dan meningkat. Kalau masyarakatnya sehat, akan berpengaruh pada perkembangan daerahnya,” kata Ketua Forum Kabupaten Sehat Takalar Irma Andriani kepada wartawan, Rabu 18 September 2019.
Irma mengharapkan, tahun 2019 ini Takalar bisa meraih penghargaan Swasti Sabha Wistara dengan memenuhi enam tatanan kriteria. Ia menjelaskan bahwa kesehatan merupakan prioritas utama dalam pembangunan daerah bersama dengan sektor pendidikan.
Untuk itu, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan warganya dengan melibatkan banyak stake holder. Di antaranya dengan program Gerakan Masyarakat Tangkasa na Gammara (Gema Tasamara) .
“Dari awal kami berkomitmen membuat Takalar bersih melalui gerakan masyarakat yang bersih dan indah,” kata Irma.
Sebelumnya, Bupati Takalar Syamsari mengatakan, jika sejak awal telah mengawali program pemerintahannya menuju Kabupaten Sehat. Komitmen tersebut dilanjutkan dengan menempatkan tiga orang kader kesehatan dan kebersihan di setiap dusun.
“Kader kesehatan merupakan kader yang bertugas menjemput bola dan melakukan pelayanan dari rumah ke rumah warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sedang kader kebersihan yang juga ditempatkan di setiap dusun untuk menyadarkan warga tentang pentingnya hidup bersih.
“Kami membangun partisipasi publik dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ini dengan setiap dusun memiliki kendaraan pengangkut sampah. Hal ini menarik berbagai bantuan untuk kita di Kabupaten Takalar,” terang Syamsari.
Sekadar diketahui, verifikasi Kabupaten Sehat dilakukan setiap 2 tahun. Kabupaten Takalar mulai mengikuti program Kabupaten/Kota Sehat pada tahun 2015 dan mendapat penghargaan Swasti Saba Padapa.
Tahun 2015 Takalar mengikuti 2 tatanan wajib untuk tingkat dasar, yaitu tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, dan tatanan kawasan permukiman dan prasarana sehat
Selanjutnya tahun 2017, menambah menjadi 4 tatanan, yaitu tatanan ketahanan pangan dan gizi, dan tatanan pariwisata sehat. Tahun 2017, Takalar berhasil meraih penghargaan swasti Saba Wiwerda
Tahun 2019 Takalar mengikuti program ini dengan menambah 2 tatanan baru sehingga menjadi 6 tatanan, yaitu tatanan kehidupan sosial yang sehat dan tatanan sarana transportasi dan kawasan tertib lalu lintas.
Editor: Azhar


