Belasan Mahasiswa KKN di Takalar Suspect Covid 19

MANIFESTO, TAKALAR– Belasan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Gowa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah titik di Takalar suspect atau dicurigai terinfeksi virus corona atau Covid 19, Sabtu 28 Maret 2020.

Tim PSC Dinas Kesehatan Takalar pun telah mengunjungi beberapa lokasi KKN, seperti di Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone dan Salaka, Kecamatan Pattalassang. Di Banyuanyara, Tim PSC Puskesmas (PKM) Sanrobone memeriksa salah seorang mahasiswa, MS, 19, yang mengeluh demam dan menggigil tanpa disertai batuk.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun menyebutkan jika MS telah dirujuk ke RSUD H Padjonga Dg Ngalle Takalar untuk penanganan lebih lanjut. Namun, hingga tadi malam, MS urung dibawa ke RSUD sebab menunggu orangtuanya yang akan menjemputnya.

MS memiliki riwayat bersentuhan dengan mahasiswa KKN yang berposko di Salaka. Sementara, mahasiswa yang berlokasi di Salaka pernah bersentuhan dengan dosennya yang telah dinyatakan positif mengidap Covid 19.

Tim PSC PKM Pattalassang juga langsung mendatangi posko mahasiswa KKN di Salaka. Tim medis memeriksa sejumlah mahasiswa plus dosen pembimbing yang mengeluhkan sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, mahasiswa memiliki riwayat perjalanan dari Gowa ke Takalar. Sebelum ke Takalar telah berkontaminasi dengan dosen yang sehari sebelumnya dinyatakan positif Covid 19. Dosen Perguruan Tinggi yang berlokasi di Gowa itu diketahui bernama AA, 57.

“Tim kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah mahasiswa KKN yang mengeluh sakit dan berdasarkan riwayat perjalanan mereka, ternyata pernah bersentuhan dengan pasien yang sudah dinyatakan positif Covid 19,” kata Plt Kadis Kesehatan Takalar dr Rahmawati, Sabtu 28 Maret 2020.

Untuk itu, Rahmawati meminta agar semua mahasiswa KKN yang pernah bersentuhan dengan dosen yang positif terjangkit virus corona agar mengisoliasi diri. Sementara, mahasiswa yang mengeluh sakit akan dirujuk ke RS untuk perawatan lebih lanjut.

“Kita akan tangani sesuai dengan protap penanganan Covid 19, misalnya kita arahkan isolasi mandiri di rumah mereka masing- masing sambil kita doakan semoga saja mereka bukan Covid 19,” kata Rahmawati.

Editor: Azhar 

 

Pos terkait