Akademisi di Palopo Nilai Demokrat Dzalimi IAS, Wajar Kalau Hengkang

judul gambar

MANIFESTO, PALOPO– Setelah mengunjungi Rantepao, politisi Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin melanjutkan roadshow Ramadannya ke Kota Palopo, Sabtu malam (23/4) hingga Minggu siang (24/).

IAS menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak di Restoran Maika Hotel, Jalan Pemuda, Kota Palopo. Termasuk menemui sejumlah aktivitas lintas organisasi Kota Palopo. Pertemuan itu berlangsung hingga jelang dini hari.

Bacaan Lainnya

Tidak kurang dari 15 aktivis hadir. Ada berlatar belakang HIPMI, IPMIL, dan lainnya. Mereka menyambut IAS dengan diskusi ringan seputar dinamika politik Sulsel.

IAS yang baru saja disingkirkan dari persaingan Musda Demokrat paling banyak menjadi topik. Kompak bertanya, mengapa gagal terpilih dengan status suara 16 banding 8, dan ketua terpilih ditolak LPJ periode sebelumnya. “Saya juga tidak mengerti dengan itu. Tapi mari selalu berpikir positif,” kata IAS.

Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Veteran Palopo, Syamsul Alam mengaku intens mengikuti dinamika Demokrat. Juga mengaku tidak habis pikir mengapa ada organisasi politik yang mempertontonkan praktik demokrasi seperti di Demokrat.

“Yang paling sulit dijelaskan adalah menentukan ketua terpilih yang baru saja ditolak LPJ-nya,” terang eks komisioner KPU Palopo ini.

Syamsul menyebut ada bentuk pendzaliman di balik keputusan itu. “Jadi, siapapun yang dianiaya seperti itu wajarlah kalau sampai memutuskan meninggalkan partainya,” terang Syamsul.

Di Maika Restoran, IAS juga menerima Keluarga Besar Putra-Putri Polri Palopo. Lalu mengisi obrolan ringan terpisah dengan Ketua DPRD Kota Palopo, Dr Hj Nurhaeni.

Ahad, 24 April ini, IAS melanjutkan roadshow-nya di beberapa titik. Mengunjungi salah satu media, kemudian sopan ke sahabatnya, Andi Cincing Makkasau. IAS lalu melanjutkan roadshow ke Suli, Luwu, untuk buka puasa bersama.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait