MANIFESTO, JAKARTA– Jagad perfilman Indonesia berduka. Aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia pada usia 68 tahun, Selasa (1/4/2025).
Kabar kepergian Ray Sahetapy pertama kali disampaikan oleh putranya, Surya Sahetapy, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Surya membagikan foto kenangan bersama sang ayah, yang lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 1 Januari 1957.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Titip salam cinta dan kangen ke Kak Gisca, Dad,” tulis Surya dalam Instagram Story-nya, pada Selasa.
Selain Surya, Merdi Octav juga mengungkapkan belasungkawa atas berpulangnya aktor kawakan tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang Ayah, Kakek kami, Farence Raymond Sahetapy (Ray Sahetapy) bin Pieter Sahetapy, pada pukul 21.04. Kami mohon doanya dan mohon dimaafkan segala kesalahannya,” tulis Merdi.
Ray Sahepaty lahir di Donggala, Sulawesi Tengah pada 1 Januari 1957. Sedari kecil, pria berdarah Maluku ini memang bercita-cita menjadi aktor.
Ketika industri film Indonesia mengalami mati suri, hal itu tidak membuat kegigihan Ray dalam dunia akting ikut hilang.
Bahkan, Ray membangun sebuah sanggar teater di pinggiran kota dan membentuk komunitas teater. Selain itu, Ray merupakan salah satu pengurus PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia).
Aktor berusia 68 tahun itu telah banyak membintangi berbagai film, diantaranya Kabut Ungu di Bibir Pantai, Dukun Ilmu Hitam, Sejuta Serat Sutra, Darah dan Mahkota.
Editor: Azhar



