Antisipasi Lonjakan Covid 19, Pemprov Sulsel Wajibkan Pelaku Perjalanan Karantina Lima Hari

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. (Ist)
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai memperketat pintu masuk pasca penerapan PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali. Bagi para pendatang yang masuk ke Sulsel wajibkan bagi pelaku perjalanan karantina selama lima hari dan menyertakan hasil swab PCR negatif Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku dirinya sudah mengeluarkan surat edaran Nomor: 443.2/6332/DISKES tentang ketentuan pemeriksaan Swab RT-PCR bagi pelaku perjalanan di Sulsel. Andi Sudirman mengatakan surat edaran tersebut untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 dari luar daerah.

Bacaan Lainnya

“Seluruh pelaku perjalanan luar negeri dan atau dalam negeri diwajibkan melakukan test Swab RT – PCR sebagai persyaratan masuk ke wilayah Sulawesi Selatan baik melalui udara, laut maupun darat antar Provinsi,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Senin 5 juLI 2021.

Ia menjelaskan pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Sulsel wajib melakukan isolasi mandiri selama lima hari sebelum kembali beraktivitas seperti biasa. Pelaku perjalanan yang melakukan isolasi mandiri jika terdapat gejala indikasi Covid-19 wajib segera melakukan Swab PCR.

“Jika dinyatakan positif untuk segera memberi data informasi ke Satgas Covid-19 setempat untuk keperluan 3 T (Testing, tracing, dan Treatment),” kata dia.

Adik mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ini juga memerintahkan kabupaten dan kota di Sulsel untuk mengaktifkan Satgas hingga tingkat bawah yakni RT/RW dalam rangka optimalisasi kegiatan edukasi 3M dan SOP 3T.

Sementara itu, Otoritas Pelabuhan Makassar, Bambang Gunawan mengatakan pihaknya sudah persiapan untuk pengetatan bagi pendatang yang masuk melalui Pelabuhan Makassar. Ia mengaku pemeriksaan sudah dilakukan sejak jauh hari sebelum diberlakukannya PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali.

“Kita sudah berjalan jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi mengingat ini Pulau Jawa dan Bali memberlakukan PPKM darurat maka kami lebih memperketat lagi sesuai dengan instruksi pemerintah,” tutupnya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait