“Awalnya bantuan untuk bencana kita siapkan Rp 7 Miliar, tapi dengan adanya tambahan kuantitas bantuan dari perusahaan mitra kita, jadi estimasi bantuan yang disalurkan sebanyak Rp 10 Miliar,” kata Amran Suliaman di lokasi seperti dilansir detik.com , Sabtu (15/06/2019).
Penyaluran bantuan yang diberikan ini, diterima langsung oleh beberapa kepala daerah yang terkena dampak banjir, seperti Seppeng, Pinrang dan Sidrap. Selain Sulawesi Selatan, Mentan juga telah menyalurkan bantuan ke wilayah Sulawesi Tenggara. Amran menyebut, sampai saat ini total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp 70 miliar.
“Khusus untuk yang lahan pertanian yang mengalami puso 3.000 hektare, kami berikan bantuan bibit dan pupuk gtatis dan traktor kami berikan, bahkan kami berikan ekskavator untuk membuat tanggul-tanggul agar tidak kebanjiran lagi. Sejauh ini sudah ada Rp 60-Rp 70 miliar yang kita salurkan mulai dari awal,” ujarnya.
Untuk teknis penyaluran bantuan, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan sepenuhnya ke pihak Kementan dan kepala daerah masing-masing. BNPB menyebut, apa yang telah dilakukan oleh Kementan ini merupakan hal yang sanagat positif bagi penanganan bencana.
“Kalau teknisnya kita berikan ke pihak kementrian yah. Jelasnya, apa yang dilakukan oleh pihak Kementrian Pertanian dan mitranya ini merupakan contoh yang baik karena turun langsung memberikan bantuan,” kata Direktur Tanggap Darurat BNPB, Yolak Dalimuthe saat menghadiri pepelasan bantuan.


