Berkunjung ke Sulsel, Gubernur Khofifah Silaturahmi dengan Paguyuban Jatim hingga Gelar Misi Dagang

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri forum silaturahmi dengan masyarakat Jatim di Sulsel. Foto/Istimewa
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, berkunjung ke Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu-Kamis (16-17/11/2022). Orang nomor satu di Jatim ini menggelar berbagai kegiatan, mulai silaturahmi dengan Paguyuban Masyarakat Jatim di Sulsel menggelar misi dagang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha dan institusi dagang kedua provinsi.

Gubernur Khofifah dalam forum silaturahmi mengajak ratusan masyarakat dari berbagai paguyuban kabupaten/kota Jatim di Sulsel untuk mendoakan para korban tewas Tragedi Kanjuruhan. Diketahui, ada 135 korban tewas dalam insiden pasca-laga Arema Malang versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu.

Bacaan Lainnya

“Dalam Tragedi Kanjuruhan, kita kehilangan 134 anggota kita. Mari Doakan agar seluruh yang dipanggil ke haribaan Allah SWT diampuni seluruh khilafnya,” kata dia, saat mengawali sambutan pada Forum Silaturahmi Gubernur Jatim dengan masyarakat Jatim di Sulsel dalam rangka Gathering Penguatan Pasar Antar-Daerah di salah satu hotel di Kota Makassar, Rabu (16/11/2022) malam.

Pada kesempatan itu pula, Gubernur Khofifah memotivasi masyarakat Jatim di Sulsel agar semakin maju dan sejahtera, sekaligus memperkenalkan Duta Wisata dan Budaya Raka Raki Jatim.

Ia juga menjelaskan kedatangannya ke Sulsel sekaligus untuk melakukan misi dagang. Ia diagendakan bertemu dengan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, untuk menyaksikan penandatangan nota kesepahaman alias MoU. Kerja sama itu melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha dan institusi dagang Jatim dan Sulsel.

“Jadi Kadin Jatim besok (Kamis 17 November 2022) akan MoU dengan Kadin Sulsel, Iwapi Jatim dengan Iwapi Sulsel, Hipmi Jatim dengan Hipmi Sulsel, begitu juga dengan Apindo. Juga ada MoU dengan OPD tertentu dan MoU antar BUMD, jadi ini tidak sekadar pertemuan trader dan buyer, tapi juga pertemuan pelaku-pelaku usaha, termasuk institusi dagang,” ungkap dia.

Menurut Gubernur Khofifah, misi dagang dilakukan Pemprov Jatim hampir setiap bulan, bahkan sebelum pandemi Covid-19. Saat pandemi, misi dagang ke provinsi sempat diganti menjadi virtual business meeting. Setelah pandemi mereda, misi dagang pun kembali digiatkan, dimana bulan lalu digelar di Aceh, bulan ini di Sulsel dan bulan depan di Kalsel. Toh, kegiatan ini terbukti mampu menghasilkan keuntungan bagi Jatim.

“Kekuatan ekonomi Jatim adalah perdagangan antar provinsi dan antar pulau. 2021 kemarin, perdagangan antar provinsi Jatim itu surplus Rp259 triliun, jadi kami memang membangun konektivitas semaksimal mungkin di seluruh provinsi di Indonesia. Kita punya market gede sekali, ada 276 juta penduduk Indonesia. Nah, itulah kemudian menjadi fokus Pemprov Jatim untuk terus melakukan misi dagang ke berbagai provinsi,” paparnya.

Ketua Komisi B DPRD Jatim, Alyadi Mustofa, pada forum silaturahmi menyampaikan, kehadiran Gubernur Khofifah ke Sulsel selain melakukan misi dagang untuk silaturahim dengan Paguyuban Masyarakat Jatim di Sulsel. Hal itu menjadi bukti perhatian pemimpin kepada rakyatnya. Pada kesempatan itu, ia juga berpesan kepada masyarakat Jatim di Sulsel untuk menjaga marwah daerah serta senantiasa menebar manfaat.

“Tetap jaga marwah Jatim, masyarakat Jatim selalu dihiasi akhlakul karimah. Jangan bikin keonaran di tempat orang lain, masyarakat Jatim mesti bermanfaat untuk sesama,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jatim di Sulsel, Untung Waluyo, mengaku pihaknya bangga dan bahagia lantaran orang nomor satu di Jatim bersedia hadir untuk melakukan silaturahmi. Hal ini diakuinya sudah lama diinginkan masyarakat Jatim di Sulsel. Bahkan, ia meminta agar Gubernur Khofifah untuk mengajak para bupati dan wali kota se-Jatim untuk melakukan hal serupa.

“Acara silaturahmi ini sudah lama kami angan-angankan, kami ingin ada petinggi Jatim yang sowan ke kami. Di Sulsel, khususnya Makassar ini ada beberapa paguyuban besar, mungkin bisa mengagendakan agar meminta para bupati untuk bisa sowan ke paguyuban yang ada di sini,” tuturnya.

Adapun perwakilan paguyuban masyarakat Jatim di Sulsel yang turut hadir, antara lain yakni Paguyuban Tuban, Paguyuban Persatuan Kekeluargaan Indonesia Madura, Paguyuban Arema, Paguyuban Lamongan, Paguyuban Banyuwangi dan Paguyuban Ponorogo.

Editor: Azhar

judul gambar

Pos terkait