MANIFESTO.ID, MAKASSAR — Platform bimbingan belajar digital Bisolpin (Bimbingan Belajar Solusi Pintar) bersiap mengadakan soft launching dalam waktu dekat. Startup yang berpusat di Kompleks Ruby, Jalan Boulevard No. 47 Makassar ini hadir dengan misi memperluas akses pendidikan berkualitas bagi siswa di seluruh Indonesia, terutama daerah yang sulit terjangkau layanan belajar tambahan.
Owner Bisolpin, Kalfin Alloto’dang, menegaskan, platform ini menjadi jawaban atas mahal dan terbatasnya layanan bimbingan belajar konvensional.
“Banyak pelajar di daerah tidak bisa mengikuti bimbingan belajar karena persoalan jarak dan biaya. Bisolpin kami rancang sebagai solusi digital yang lebih terjangkau dan bisa diakses siapa saja,” ujarnya saat ditemui di Makassar, Sabtu (8/11/2025).
Kalfin menjelaskan, Bisolpin dikembangkan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional. Ia melihat teknologi sebagai cara efektif membuka akses belajar tanpa batas wilayah.
“Kalau siswa di daerah mau ikut bimbel, mereka tidak perlu lagi ke kota. Lewat teknologi digital, mereka bisa belajar dari mana saja,” kata pengusaha muda asal Tana Toraja tersebut.
Bisolpin menyediakan berbagai modul belajar untuk siswa SD, SMP, SMA/SMK, mahasiswa, serta masyarakat umum. Platform ini menawarkan :
- Video pembelajaran dan kelas interaktif
- Simulasi atau tryout ujian
- Fitur pengukuran kemampuan belajar
- Soal dalam bentuk game edukatif
- Kursus tambahan, seperti bahasa Inggris, Mandarin, dan musik
- Layanan guru privat
“Kami ingin belajar itu menyenangkan, tapi tetap efektif. Makanya kami masukkan unsur game agar siswa tidak mudah bosan,” jelas Kalfin.
Bisolpin juga menyiapkan program khusus untuk persiapan masuk perguruan tinggi negeri dan sekolah kedinasan seperti Akpol, Akmil, dan IPDN.
Menurut Kalfin, tim pengajar Bisolpin berasal dari akademisi dan guru berpengalaman yang direkrut melalui seleksi ketat. Selain itu, pihaknya membuka kesempatan bagi tenaga pendidik kompeten untuk bergabung.
“Siapa pun bisa mengajar asalkan memenuhi standar kualitas kami. Proses seleksinya berlapis, karena kualitas pengajar menentukan kualitas belajar,” tegasnya.
Dengan payung PT Solusi Pintar Indonesia, Kalfin menargetkan kemitraan dengan pemerintah daerah agar Bisolpin menjangkau pelajar hingga pelosok desa.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Tujuannya agar platform ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pelajar di Sulsel dan seluruh Indonesia,” tukasnya.
Kalfin menyebutkan, Bisolpin lahir dari visi untuk menghadirkan pendidikan yang merata dan inklusif.
“Jika akses pendidikan bisa sama untuk semua, tidak ada lagi alasan anak bangsa tertinggal hanya karena tempat tinggal atau kondisi ekonomi,” pungkasnya. (*)



